Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MA

HUSAINI, AL (2019) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MA. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_3_AL_HUSAINI_17205004_3003_2019.pdf] Text
final_3_AL_HUSAINI_17205004_3003_2019.pdf

Download (678kB)

Abstract

ABSTRAK
Al Husaini. 2019. “ Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model
Kooperatif Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta
Didik Kelas X MA.” Tesis. Padang: Program Pascasarjana Universitas Negeri
Padang.
Kurang aktif dan rendahnya hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh
model pembelajaran yang digunakan guru. Kurangnya variasi kegiatan
pembelajaran mebuat peserta didik semakin kurang termotivasi dalam belajar.
Diantara variasi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaakan
perkembangan teknologi yang ada. Oleh karena itu dirangcang sebuah penelitian
yang melibatkan pengembangan perangkat pembelajaran. Penelitian yang
dilaksanakan adalah pengembangan perangkat pembelajaran matematika model
kooperatif berupa Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) Berbasis Blended Learning. Penelitian ini betujuan untuk
menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis blended learning yang valid,
Praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp yang terdiri dari
tiga fase yaitu fase investigasi awal, fase pengembangan dan fase penilaian. Pada
fase investigasi awal dilakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum analisis
konsep dan analisis peserta didik. Pada fase pengembangan dilakukan evaluasi
sendiri, tinjauan ahli, evaluasi satu-satu, evaluasi kelompok kecil dan uji
lapangan. Pada fase penilaian dilaksanakan ujicoba pada peserta didik kelas X
Keagamaan MA KMM Kauman Padangpanjang untuk melihat hasil belajar pada
ranah kognitif setelah belajar menggunakan perangkat pembelajaran tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang
dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk dengan
nilai kevalidan RPP 97,7 dan LKPD 97,2 Perangkat pembelajaran sudah praktis
dari segi keterlaksanaan, kemudahan dan waktu yang diperlukan. Perangkat
pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dilihat dari
hasil tes akhir yang dilakukan diperoleh nilai 83. Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika model kooperatif
berbasis blended learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X
MA dapat dinyatakan valid, praktis dan efektif.
Kata Kunci: Model Kooperatif, Blended Learning, Hasil Belajar






















KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa ta’ala karena
rahmat-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan laporan penelitian ini dengan
judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif
Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Kelas X MA. Selanjutnya, shalawat dan salam penulis mohonkan kepada Allah
semoga disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Tesis ini merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar
Magister Pendidikan pada Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam di Universitas Negeri Padang. Penyelesaian tesis ini tidak
terlepas dari bantuan, bimbingan, arahan dan motivasi dari berbagai pihak.
Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Hendra Syarifuddin, M.Si, Ph.D Pembimbing yang memberikan
bimbingan dalam menyelesaikan penelitian ini.
2. Bapak Prof. Dr. I Made Arnawa, M.Si, dan Bapak Dr. Ali Asmar M.Pd
Kontributor.
3. Bapak Dr. Dony Permana, M.Si, Bapak Dr. Usmadi, M.Pd, Bapak Dr.
Abdurrahman, M.Pd, Bapak Dr. Jasrial, M.Pd dan Ibu Yurnalis, M.Pd,
Validator.
4. Bapak Dr. Yerizon, M.Si, Ketua Program Studi Pascasarjana Pendidikan
Matematika FMIPA UNP.
5. Bapak dan Ibu Staf Akademik Jurusan Matematika FMIPA UNP.
6. Bapak dan Ibu Pegawai tata usaha Jurusan Matematika FMIPA UNP.
7. Ibu Derliana, MA, Kepala MA KMM Kauman Padangpanjang.
8. Ibu Meri Astuty, S.Pd Guru Bidang Studi Matematika MA KMM Kauman
Padangpanjang
9. Wakil Kepala Sekolah, Majelis guru, dan Staf Tata Usaha MA KMM
Kauman Padangpanjang.
vi
10. Siswa-siswi kelas X Keagamaan MA KMM Kauman Padangpanjang.
11. Rekan-rekan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Pascasarjana
FMIPA UNP dan semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun
materil yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Semoga bantuan, arahan, dan bimbingan yang Bapak, Ibu, dan teman
teman berikan mendapat pahala dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa
laporan penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat diharapkan dari semua pihak untuk
kesempurnaan laporan ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca
terutama bagi penulis sendiri. Aamiin.
Padang, April 2019
Peneliti
vii
viii

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRACT ................................................................................................... i
ABSTRAK ..................................................................................................... ii
PERSETUJUAN AKHIR TESIS ................................................................... iii
PERSETUJUAN KOMISI UJIAN TESIS ..................................................... iv
SURAT PERNYATAAN ............................................................................... v
KATA PENGANTAR ................................................................................... vi
DAFTAR ISI .................................................................................................. viii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 7
C. Tujuan Pengembangan ..................................................................... 8
D. Spesifikasi Produk Yang Diharapkan .............................................. 8
E. Pentingnya Pengembangan .............................................................. 9
F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan ....................................... 10
G. Definisi Istilah .................................................................................. 10
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ................................................................ 13
A. Kajian Teori ..................................................................................... 13
1. Pembelajaran Matematika ........................................................... 13
2. Model Pembelajaran Kooperatif ................................................. 15
3. Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) ..................... 18
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ................................. 20
5. Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) ........................................... 23
6. Media Pembelajaran ..................................................................... 25
7. Pembelajaran Online ..................................................................... 26
8. Materi matematika Kelas X Semester Ganjil ............................... 27
ix

9. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis blended
learning ........................................................................................ 28
10. Hasil Belajar ................................................................................. 36
B. Penelitian Relevan ........................................................................... 38
C. Kerangka Konseptual ....................................................................... 40
BAB III METODOLOGI PENGEMBANGAN ............................................ 41
A. Jenis Penelitian ................................................................................. 41
B. Model Pengembangan ...................................................................... 41
C. Prosedur Pengembangan .................................................................. 43
D. Uji Coba Produk .............................................................................. 56
E. Subjek Uji Coba ............................................................................... 56
F. Jenis Data ......................................................................................... 56
G. Instrument Pengumpulan Data ......................................................... 57
H. Teknik Analisis Data ........................................................................ 59
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 64
A. Pemaparan Proses dan Hasil Penelitian .......................................... 64
1. Fase Preliminary Research ...................................................... 65
2. Protityping Phase ...................................................................... 69
3. Fase Penilaian ........................................................................... 91
B. Pembahasan ...................................................................................... 92
C. Keterbatasan Penelitian .................................................................... 99
BAB V PENUTUP ......................................................................................... 100
A. Kesimpulan ..................................................................................... 100
B. Implikasi .......................................................................................... 102
C. Saran Pemanfaatan ........................................................................... 105
DAFTAR RUJUKAN ..................................................................................... 107
LAMPIRAN ................................................................................................... 111
PERANGKAT PEMBELAJARAN RPP ....................................................... 267
PERANGKAT PEMBELAJARAN LKPD ................................................... 357


x

DAFTAR TABEL


Tabel Halaman
1. Nilai Tengah Semester Ganjil Kelas X Keagamaan Tahun
Pelajaran 2018/2019 .............................................................................. 5
2. Langkah-langkah Pembelajaran Model Kooperatif .............................. 17
3. Kompetensi Dasar (KD) Materi Semester Ganjil Kelas X ................... 27
4. Kisi-kisi Lembar Validasi RPP ............................................................. 29
5. Kisi-kisi Lembar Validasi LKPD .......................................................... 31
6. Kisi-kisi Angket Kepraktisan LKPD .................................................... 34
7. Kisi-kisi Wawancara Guru .................................................................... 35
8. Fase Pengembangan dalam Model Ploomp .......................................... 42
9. Langkah-langkah pada Tahap Investigasi Awal ................................... 45
10. Aspek Penilaian Evaluasi Diri LKPD ................................................... 48
11. Data Validator Intrumen Lembar Validasi ............................................ 49
12. Data Validator ....................................................................................... 49
13. Aspek Validasi RPP .............................................................................. 50
14. Aspek Validasi LKPD ........................................................................... 50
15. Aspek Pedoman Wawancara Evaluasi one-to-one ................................ 51
16. Aspek Pedoman Wawancara Uji Kelompok Kecil ............................... 52
17. Aspek Kepraktisan LKPD ..................................................................... 53
18. Skor Penilaian Terhadap Validitas ........................................................ 60
19. Skor Jawaban pada Angket Praktikalitas .............................................. 61
20. Kriteria Praktikalitas LKPD .................................................................. 62
21. Saran Validator Terhadap Instrumen Penelitian ................................... 64
22. Sebaran KD Matematika Kelas X SMA ................................................ 67
23. Saran Validator Terhadap Rancangan RPP ........................................... 80
24. Saran Validator Terhadap Rancangan LKPD ........................................ 81


xi

DAFTAR GAMBAR


Gambar Halaman
1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale ....................................................... 3
2. Kerangka Konseptual ......................................................................... 40
3. Lapisan-lapisan Evaluasi Formatif Model Pengembangan
Ploomp ................................................................................................. 42
4. Rancangan dan Prosedur Penelitian Pengembangan Model
Ploomp ............................................................................................... 55
5. Contoh Identitas RPP yang Dirancang ............................................... 70
6. Contoh IPK yang Dirancang ............................................................. 71
7. Contoh Kegiatan Pendahuluan yang Dirancang ................................ 72
8. Contoh Kegiatan Inti yang Dirancang ............................................... 73
9. Contoh Penutup yang Dirancang ....................................................... 75
10. Contoh Sumber yang Digunakan ..................................................... 75
11. Contoh Cover LKPD yang Dirancang ............................................... 76
12. Contoh Isi LKPD yang Dirancang ..................................................... 77
13. Contoh Kesalahan yang Ditemukan pada self evaluation ................. 78
14. Diskusi online pada Uji one to one ................................................... 83
15. Pengiriman Tugas Melalui elmail ..................................................... 84
16. Perolehan Nilai pada Uji one to one .................................................. 85
17. Perolehan Nilai pada Uji small gruop ............................................... 87
18. Diskusi online pada Ujicoba Lapangan ............................................. 89
19. Conto pertanyaan pada LKPD ........................................................... 90
20. Perolehan Nilai pada field test ........................................................... 98





xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Daftar Nama Validator ......................................................................... 112
2. Lembar Validasi Instrumen: Pedoman Wawancara Guru pada
Investigasi Awal .................................................................................. 113
3. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Pedoman Wawancara
Guru pada Investigasi Awal .................................................................. 117
4. Kisi-kisi dan Pedoman Wawancara Guru pada Investigasi Awal ............. 118
5. Transkip Wawancara dengan Guru pada Investigasi Awal ..................... 120
6. Lembar Validasi Instrumen: Angket Analisis Kebutuhan Peserta
Didik ......................................................................................................... 122
7. Kisi-kisi dan Angket Analisis Kebutuhan Peserta Didik ......................... 126
8. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian Angket Analisis
Kebutuhan Peserta Didik .......................................................................... 133
9. Hasil Angket Analisis Kebutuhan Peserta Didik ..................................... 134
10. Lembar Validasi Instrumen: Self Evaluation Perangkat Pembelajaran . 146
11. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Self Evaluation
Perangkat Pembelajaran ...................................................................... 150
12. Kisi-kisi Lembar Self Evaluation RPP dan LKPD .............................. 151
13. Hasil Self Evaluation Perangkat Pembelajaran ................................... 152
14. Lembar Validasi Instrumen: Validasi RPP ........................................... 154
15. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Validasi RPP ......... 158
16. Kisi-kisi Lembar Validasi RPP ............................................................ 159
17. Hasil Validasi RPP oleh Pakar Pendidikan Matematika ..................... 161
18. Hasil Validasi RPP oleh Pakar Bahasa ............................................... 168
19. Hasil Validasi RPP oleh Pakar Teknologi Pendidikan ....................... 170
20. Hasil Rekapitulasi Validasi RPP dari Pakar ......................................... 172
21. Lembar Validasi Instrumen: Validasi LKPD ........................................ 173
22. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Validasi LKPD ...... 177

xiii

23. Kisi-kisi Lembar Validasi LKPD ......................................................... 178
24. Hasil Validasi LPKD oleh Pakar Pendidikan Matematika ................. 180
25. Hasil Validasi LKPD oleh Pakar Bahasa ............................................ 193
26. Hasil Validasi LKPD oleh Pakar Teknologi Pendidikan ................... 197
27. Hasil Rekapitulasi Validasi LKPD dari Pakar ..................................... 201
28. Lembar Validasi Instrumen: Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran .. 202
29. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Observasi
Keterlaksanaan Pembelajaran ................................................................ 206
30. Kisi-kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran ................. 207
31. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran .................................... 208
32. Lembar Validasi Instrumen: Pedoman Wawancara Peserta Didik ....... 211
33. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Pedoman
Wawancara Peserta Didik .................................................................... 215
34. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Peserta Didik ..................................... 216
35. Transkrip Hasil Wawancara Peserta Didik Pada Uji one to one ........... 217
36. Transkrip Hasil Wawancara Peserta Didik pada Uji small gruop ....... 223
37. Lembar Validasi Instrumen: Pedoman Wawancara Guru .................... 225
38. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Pedoman
Wawancara Guru ................................................................................. 229
39. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Guru .................................................. 230
40. Transkrip Hasil Wawancara Dengan Guru ......................................... 232
41. Kisi-Kisi Soal Tes Akhir ..................................................................... 235
42. Soal Tes Akhir, Kunci dan Skor ............................................................. 236
43. Lembar Validasi Instrumen: Angket Praktilaitas LKPD ........................ 242
44. Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Penelitian: Angket Praktilaitas
LKPD Kisi-kisi Lembar Angket Praktilaitas LKPD ............................ 246
45. Kisi-kisi Lembar Angket Praktilaitas LKPD ...................................... 247
46. Hasil Angket Praktilaitas LKPD ......................................................... 248
47. Hasil Rekapitulasi Angket Praktilaitas LKPD .................................... 257
48. Surat Persetujuan Penelitian ................................................................ 258
49. Surat Izin Penelitian dari Kemenag Padangpanjang ........................... 259
xiv

50. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Sekolah ..................... 260
51. Daftar Nama Peserta Didik ................................................................. 261
52. Biodata Peneliti ................................................................................. 263
53. Dodumentasi ....................................................................................... 264
54. RPP Matematika Berbasis Blended Learning .................................... 267
55. LKPD Matematika Berbasis Blended Learning .................................
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap
perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan adalah sarana dan
wahana yang strategis didalam perkembangan sumber daya manusia. Oleh
karena itu pendidikan harus mendapatkan perhatian yang lebih. Berbagai usaha
telah dilakukan oleh pengelola pendidikan untuk mengembangkan pendidikan
di negara ini dalam rangka meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan
mengoptimalkan sumber daya pendidikan yang tersedia. Hal ini sejalan dengan
tuntutan pendidikan itu sendiri sebagaimana diamanatkan dalam Undang
Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU 20/ 2003) dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan. Berdasarkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Jenjang Dasar dan Menengah, (BSNP, 2006: 8) disana disebutkan
bahwa,
Pendidikan harus terus-menerus melakukan adaptasi dan
penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan
kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus
dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
B.
Matematika sebagai ilmu yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan
memajukan daya pikir manusia. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan
2
sains dan teknologi yang semakin pesat, dunia pendidikan pun perlu
mengadakan inovasi atau pembaharuan dalam berbagai bidang termasuk dalam
strategi pelaksanaannya. Oleh karena itu, pendidikan adalah masalah yang
menarik untuk terus dikaji dan terus dikembangkan. Keberhasilan pendidikan
tergantung pada unsur manusia dan peran yang cukup menentukan
keberhasilan itu adalah guru, karena itu guru harus dapat melakukan evaluasi,
perbaikan dan pengembangan pembelajaran kearah yang lebih baik.
Sebagai seorang pendidik, guru harus mampu mengembangkan
kemapuangnya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK). Disamping peningkatan kemampuan dibidang akademik, guru juga
diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin
berkembang pesat. Teknologi dapat dimamfaatkan sarana sebagai sarana
penunjang pembelajaran, seperti media pembelajaran yang mendukung
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Arsyad (2007: 7) menyatakan, “Media pembelajaran digunakan dalam
rangka komunikasi dan interaksi guru dan peserta didik dalam proses
pembelajaran”. Semakin baik komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta
didik, maka akan semakin cepat tujuan pembelajaran akan tercapai. Fungsi
media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang membantu agar
materi ajar bisa dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, media
pembelajaran yang digunakan harus efektif dan selektif dengan pokok bahasan
yang diajarkan.
3
Sadiman dkk (2009: 8) menyatakan “Bermacam peralatan dapat
digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada peserta didik
melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari verbalisme semata”.
Pemanfaatan media membantu peserta didik untuk lebih memahami materi
ajar. Dengan kata lain semakin banyak indra yang terlibat maka akan semakin
bagus terhadap hasil belajar peserta didik. Para ahli memiliki pandangan searah
mengenai hal itu. Salah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan
sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale’s
Cone Of Experience, seperti pada gambar 1 (dalam Arsyad 2007: 11).
Abstrak
Konkret
Lam-
bang
kata
Lambang
visual
Gambar diam,
rekaman radio
Gambar hidup pameran
Televisi
Karyawisata
Dramatisasi
Benda tiruan/ pengamatan
Pengalaman lansung
Gambar 1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale
4
Dasar pengembangan kerucut bukanlah berdasarkan tingkat kesulitan
melainkan berdasarkan tingkat keabstrakan. Pengalaman langsung akan
memberikan kesan yang utuh dan bermakna mengenai informasi dan gagasan
yang terkandung dalam pengalaman itu. Hal tersebut diharapkan dapat
membantu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang
diberikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.
Teknologi juga dapat dijadikan sarana komunikasi jarak jauh antara
peserta didik dengan peserta didik serta peserta didik dengan guru, apalagi
semakin banyaknya media elektronik yang dapat dimamfaatkan sebagai sarana
komunikasi tersebut seperti web, blog, whatshap, facebook, BBM dan lain-lain.
Sehingga peserta didik dapat melakukan komunikasi dengan guru walaupun
tidak berada disekolah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas X
Madrasah Aliyah di Padangpanjang, diperoleh:
1. Pembelajaran masih didominasi oleh guru, sedangkan peserta didik hanya
mendengar, memperhatikan dan mencatat. Selain itu di kelas sikap peserta
didik lebih suka menunggu pelajaran, tidak lagi menjadikan guru sebagai
motivator dan fasilitator dalam pembelajaran
2. Rendahnya hasil belajar peserta didik dibidang kognitif, terlihat dari hasil
penilaian tengah kelas X Keagamaan semester ganjil TP 2018/2019 seperti
tabel dibawah ini:
5
Tabel 1. Nilai Tengah Semester Ganjil Kelas X Keagamaan
Tahun Pelajaran 2018/2019
No
Inisial
PTS
1
AAB
Ket
25
2
AA
Tidak tuntas
25
3
ADA
Tidak tuntas
5
4
AN
Tidak tuntas
100
5
AS
Tuntas
38
6
AK
Tidak tuntas
33
7
AF
Tidak tuntas
33
8
BS
Tidak tuntas
10
9
CM
Tidak tuntas
10 DN
Tidak tuntas
10
73
11 FS
Tuntas
Tidak tuntas
12 FN
10
62
13 FMF
Tidak tuntas
Tidak tuntas
14 HF
10
10
15 HP
Tidak tuntas
Tidak tuntas
16 HAR
15
10
17 IA
Tidak tuntas
Tidak tuntas
18 JMA
48
25
19 KI
Tidak tuntas
Tidak tuntas
20 LH
10
10
21 MJ
Tidak tuntas
Tuntas
22 MID
100
10
23 MHP
Tidak tuntas
Tuntas
24 MNN
70
20
25 MH
Tidak tuntas
Tidak tuntas
26 MBS
35
85
27 PA
Tuntas
Tidak tuntas
28 QA
40
80
29 RS
Tuntas
Tidak tuntas
30 RA
10
48
31 RTA
Tidak tuntas
10
32 RZ
Tidak tuntas
10
33 RWP
Tidak tuntas
10
Tidak tuntas
6
No Inisial PTS Ket
34 UK
40
35 WF
Tidak tuntas
10
36 WP
Tidak tuntas
55
37 YS
Tidak tuntas
10
38 YA
Tidak tuntas
78
Rata-rata
Tuntas
32
Sumber: Meri Astuty (2018)
Tidak Tuntas
3. Peserta didik sudah difasilitasi dengan Wi-Fi dan mereka dianjurkan untuk
membawa laptop/notebook ke sekolah, namun belum dimamfaatkan secara
maksimal.
4. Keterbatasan waktu yang dikarenakan oleh banyaknya kegiatan yang
diadakan oleh sekolah
5. Masalah lain yang peneliti temukan adalah kurangnya pemahaman peserta
didik terhadap materi yang sudah diajarkan.
6. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru telah dilakukan dengan baik,
namun peserta didik merasa memerlukan sarana tertentu yang dapat
digunakan sebagai acuan dalam pembelajaran.
Diantara cara yang dapat ditempuh dalam mengatasi atau mengurangi
permasalahan diatas oleh guru adalah dengan melakukan pengembangan
perangkat pembelajaran. Didalam perangkat pembelajaran terdapat silabus,
program tahunan, RPP, lembar kerja peserta didik, media dan seterusnya.
Pembelajaran kooperatif berbasis Blended Learning merupakan
pembelajaran kelompok yang memadukan kegiatan belajar tatap muka dengan
pembelajaran online. Pembelajaran kelompok mendorong pembelajaran
menjadi student center. Hal ini sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku
7
sekarang. Seiring dengan perkembangan teknologi ilmu pengetahuan semakin
mudah diperoleh melalui internet. Diskusi dengan gurupun dapat dilakukan
tanpa harus bertatap muka langsung dikelas. Sehingga peserta didik yang malu
bertanya didepan teman-temannya juga dapat mengajukan pertanyaan kepada
gurunya.
Dengan pembelajaran kooperatif berbasis Blended Learning diharapkan
dapat terwujud pembelajaran yang lebih interaktif, kemudahan mengakses
sumber belajar bagi peserta didik, membuat peserta didik aktif dalam belajar,
menanggulangi keterbatasan waktu dan memfasilitasi kemampuan pemahaman
peserta didik dalam belajar matematika.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti bermaksud melakukan penelitian
yang berjudul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika
Model Kooperatif Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik Kelas X MA.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan dalam
penelitian ini adalah :
1. Bagaimana karateristik perangkat pembelajaran matematika model
kooperatif berbasis blended learning untuk peserta didik kelas X yang
valid dan praktis?
8
2. Bagaimana efektifitas perangkat pembelajaran matematika model
kooperatif berbasis blended learning untuk peserta didik kelas X terhadap
hasil belajar ?
C. Tujuan Pengembangan
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan perangkat pembelajaran matematika model kooperatif
berbasis blended learning untuk peserta didik kelas X MA yang valid dan
praktis.
2. Melihat efektifitas perangkat pembelajaran matematika model kooperatif
berbasis blended learning untuk peserta didik kelas X MA terhadap hasil
belajar.
D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini dibatasi untuk rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang
disiapkan untuk pembelajaran matematika kelas X semester ganjil. Berikut
adalah ciri-ciri yang akan dihasilkan :
1. Aspek Isi
a. Materi yang disajikan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Merumuskan masalah yang diberikan dengan data secukupnya.
c. Materi disajikan dalam urutan yang sistematis.
d. Terdapat kesesuaian antara materi dengan latihan.
9
2. Aspek Bahasa
a. Kalimat yang digunakan pada RPP dan LKPD sesuai dengan kaidah
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
b. Struktur kalimat yang digunakan jelas dan tidak menimbulkan kerancuan
c. LKPD disajikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif.
3. Aspek Tampilan
a. LKPD
1) LKPD didesain dengan warna dasar putih dan memiliki tema Smurf
agar peserta didik merasa santai dalam pembelajaran serta dapat
memberikan ketenangan dan meningkatkan daya kreatifitas peserta
didik.
2) Covernya menampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan
tema dan pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa.
3) Penyajian materi menggunakan jenis tulisan Comic Sans MS dan
Kristen ITC dengan size 12 berwarna hitam agar lebih terkesan tidak
formal, santai dan mudah di baca.
E. Pentingnya Pengembangan
Pentingnya pengembangan ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai salah satu alternatif bagi guru matematika dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran matematika peserta didik di Madrasah Aliyah.
2. Sebagai sarana interaksi belajar bagi peserta didik dengan guru sekaligus
mengikuti perkembangan teknologi di MA.
10
3. Sebagai panduan bagi peserta didik untuk belajar mandiri dalam
pembelajaran matematika.
F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika model kooperatif
berbasis blended learning pada kelas X dikembangkan dengan asumsi bahwa:
1. Pembelajaran matematika menjadi lebih baik dengan menggunakan
perangkat pembelajaran yang dikembangkan
2. Aktivitas belajar akan lebih terarah dalam belajar menggunakan perangkat
pembelajaran.
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis blended
learning difokuskan pada :
1. Materi semester ganjil kelas X SLTA kurikulum 2013 revisi.
2. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
3. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
4. Hasil belajar untuk efektifitas perangkat pembelajaran difokuskan kepada
ranah kognitif.
G. Definisi Istilah
Agar tidak terjadi kesalah pahaman terhadap judul tesis ini maka peneliti
memberikan batasan penjelasan judul ini antara lain:
1. Penelitian Pengembangan dalam Hamdani (2011: 24) adalah suatu
pengkajian yang sistematis terhadap pendesainan, pengembangan, dan
evaluasi program, proses, dan produk pembelajaran yang harus memenuhi
11
kriteria validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Produk yang dimaksud
dalam penelitian ini adalah RPP dan LKPD.
2. Pembelajaran kooperatif menurut Rusman (2012: 202) yaitu pembelajaran
dengan cara peserta didik bekerja dalam kelompok kecil secara kolaboratif
yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur
kelompok yang bersifat heterogen.
3. Lembar kerja peserta didik dalam Majid (2011: 167) adalah lembaran
lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan peserta didik.
4. Blended Learning dalam Dwiyogo (2018: 60) adalah pembelajaran yang
mengombinasikan strategi penyampaian pembelajaran menggunakan
kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline) dan secara
online (internet).
5. Valid adalah ketepatan dalam menggunakan dan melakukan sesuatu atau
dapat juga disebut dengan shahih. Valid yang dimaksud disini adalah
apakah RPP dan LKPD yang dibuat oleh peneliti sudah sesuai dengan
kriteria sebuah RPP dan LKPD.
6. Praktis adalah membuat sesuatu menjadi lebih mudah, tidak menjadi
penghalang dalam melakukan sesuatu dan memberikan kemudahan saat
digunakan. Praktis yang dimaksud disini adalah membuat perangkat
pembelajaran yang lebih mudah dipahami dan digunakan.
7. Efektif adalah tercapainya tujuan pembelajaran dalam waktu yang sudah
ditetapkan.
12
8. Hasil belajar adalah suatu hasil yang diperoleh peserta didik setelah peserta
didik tersebut melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran serta bukti
keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang dengan melibatkan aspek
kognitif, afektif maupun psikomotor, yang dinyatakan dalam simbol, huruf
maupun kalimat.
100
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai
berikut:
1. Karakteristik Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif Berbasis
Blended Learning yang Valid dan Praktis
Hasil validasi dari para validator menunjukkan bahwa telah
dihasilkan perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended
learning yang valid baik dari segi isi, konstruk, dan bahasa, dengan
karakteristik seperti perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah
disesuaikan dengan ciri-ciri dari pembelajaran model kooperatif berbasis
blended learning. Adapun ciri-ciri tersebut,
a. Dalam perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended
learning, peserta didik dituntut untuk aktif dalam pembelajar, baik
tatap
muka, maupun online. Pembelajaran dilakukan secara
berkelompok dengan anggota kelompok yang memiliki kemampuan
yang heterogen.
b. Peserta didik menggunakan laptop/notebook dan akses internet dalam
pembelajaran sehingga dapat mencari bahan ajar di internet sebagai
sumber belajar.
101
c. Peserta didik menggunakan akses internet sebagai media diskusi
dengan guru, yaitu melalui blog dan email.
d. Pengiriman tugas oleh peserta didik dilakukan melalui email, dengan
batas waktu yang ditentukan oleh guru.
e. Guru tidak harus selalu berada dalam kelas saat pembelajaran
berlangsung.
Berdasarkan hasil penelitian juga telah dihasilkan perangkat
pembelajaran yang memenuhi kriteria praktis dengan karakteristik yaitu
adanya kemudahan dalam penggunaan serta kejelasan petunjuk penggunaan
LKPD berbasis blended learning dan kejelasan petunjuk pelaksanaan kegiatan
yang disajikan pada tiap pertemuan sehingga memberikan kemudahan bagi
pengguna dalam menggunakan perangkat pembelajaran berbasis blended
learning. Karakteristik lainnya seperti adanya pemberian gambar dan kata
motivasi pada LKPD berbasis blended learning yang dapat memotivasi
peserta didik dalam pembelajaran.
2. Efektifitas Perangkat Pembelajaran Model Kooperatif Berbasis
Blended Learning
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended
learning memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan hasil
belajar,
dikarenakan pembelajaran yang menggunakan perangkat
pembelajaran tersebut memberikan langkah-langkah yang dapat
memfasilitasi peserta didik untuk berpikir secara logis, analitis, sistematis.
102
Pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran model
kooperatif berbasis blended learning, dimana proses pembelajaran
mendorong dan membantu peserta didik secara aktif membangun
pengetahuannya baik melalui diskusi kelompok, diskusi online maupun
belajaran secara mandiri dengan sumber belajar yang beragam. Seperti
Guru, buku paket, LKPD, internet dan sebagainya. Pada saat
pembelajaran, penyampaian materi ajar dapat dilakukan dengan waktu
yang direncanakan.
B. Implikasi
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended learning
yang dikembangkan digunakan dalam proses pembelajaran telah memberikan
konstribusi positif dalam melatih peserta didik untuk menumbuh kembangkan
kemampuannya. Penggunaan bahasa, kalimat, dan jenis huruf yang mudah
dibaca dan dipahami peserta didik, serta kesesuaian waktu yang diberikan
dengan kegiatan pembelajaran yang disajikan pada Perangkat pembelajaran
model kooperatif berbasis blended learning, membuat pembelajaran dapat
berjalan dengan baik.
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended learning
menggunakan laptop/notebook serta akses internet saat pembelajaran. Hal ini
dapat mendorong peserta didik dan guru untuk dapat merasakan dan
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kemajuan
Iptek yang sangat pesat, membuat berbagai informasi dapat diperoleh dengan
mudah, begitu juga dengan pengetahuan, peserta didik dapat mengembangkan
103
pengetahuannya melalui akses internet, terutama tentang materi yang mereka
pelajari.
Akses internet juga memberikan kemudahan akses komunikasi dengan
orang lain. Bahkan dapat melakukan komunikasi dengan jarak jauh.
Komunikasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, sarana
diskusi dengan menggunakan akses internet dapat dilakukan melalui WEB,
blog, email, WA, facebook dan lain-lain. Pada penelitian ini peneliti
menggunakan blog dan email sebagai sarana diskusi antara guru dan peserta
didik, hal tersebut dapat dikembangkan dengan memanfaat jejaring sosial
yang begitu beragam. Penggunaan blog untuk diskusi peserta didik secara
umun, dan email untuk diskusi pribadi antara guru dengan peserta didik untuk
mengatasi permasalahan jika ada diantara peserta didik yang malu bertanya di
forum diskusi umum.
Semakin padatnya isi kurikulum pada saat ini membuat guru agak sulit
membagi waktu untuk mengejar tercapainya penyampaian materi ajar. Apalagi
pada pendidikan madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian
Agama, yang memiliki pelajaran tambahan khusus madrasah seperti Qur’an
Hadist, Fikih, Bahasa Arab, dan Akidah Akhlak. Perangkat pembelajaran
berbasis blended learning menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah
tersebut. Perangkat pembelajaran berbasis blended learning memungkin
peserta didik dan guru melakukan pembelajaran jarak jauh. Baik penyampaian
materi dengan pengiriman bahan ajar, maupun diskusi atau tanya jawab antara
104
guru dengan peserta didik maupun antar sesama peserta didik menggunakan
media komunikasi yang menggunakan akses internet.
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended learning
juga dapat digunakan pada materi matematika pada kelas lain serta pada mata
pelajaran lain. Agar pembelajaran tidak monoton dengan metode yang sama,
sebaiknya dilakukan variasi model belajar. Sehingga kegiatan belajar
belangsung semakin baik dan menyenangkan bagi peserta didik. Blended
learning tidak hanya dapat digunakan dengan model kooperatif saja, namun
juga dapat digunakan dalam pembelajaran denga model selain kooperatif.
Semakin banyak variasi model belajar yang dilakukan akan semakin
menghilangkan kejenuhan peserta didik dalam belajar, tentu varias tersebut
disesuaikan dengan kompetensi dasar atau materi yang akan diajarkan.
Produk perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended
learning pada penelitian ini hanya terbatas kepada RPP dan LKPD, Hal ini
dapat menjadi ide selanjutnya jika ada yang berminat melakukan peneliatian
dengan mengembangkan modul, bahan ajar, media pembelajaran atau
perangkat pembelajaran lainnya. Penelitian lain juga dapat dilakukan dengan
memvariasikan blended learning dengan model pembelajaran lain selain
model kooperatif.
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasis blended learning
yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat melibatkan peserta didik secara
aktif dalam proses kegiatan pembelajaran. Selain itu dibutuhkan keterampilan
105
guru dalam mengkondisikan keadaan. Jika pada suatu kelas terdapat banyak
peserta didik berkemampuan tinggi, maka masalah waktu tidak menjadi
kendala berarti, akan tetapi jika di dalam kelas banyak terdapat peserta
didikyang memiliki kemampuan rendah, tentu penggunaan perangkat ini
sedikit kurang efektif.
C. Saran Pemanfaatan
1. Kepada Kemenag c.q Penmad
Bagi
pemerintah khususnya Kemenag c.q Penmad kota
padangpanjang agar dapat mengadakan pelatihan bagi guru agar dapat
mengembangkan perangkat pembelajaran seperti berbasis perangkat
pembelajaran model kooperatif blended learning dan metode lainnya.
2. Kepada Wakil Kurikulum
Pemanfaatan perangkat pembelajaran model kooperatif berbasisi
blended learning ini tidak hanya dapat digunakan untuk pembelajaran
matematika materi SPLTV saja, tapi juga dapat digunakan pada materi lain
dan mata pelajaran lain. Kepada Bapak/ Ibu Wakil Kurikulum dapat
menyarankan kepada seluruh guru untuk menggunakan perangkat
pembelajaran ini dan mengembangkannya.
3. Kepada Guru
Perangkat pembelajaran model kooperatif berbasisi blended learning
ini dapat digunakan sebagai acuan guru dalam pembelajaran khususnya
106
pada materi kelas X MA semeseter ganjil dan juga dapat dikembangkan
pada materi lain.
4. Kepada Peserta didik
Jika pembelajaran matematika disekolah menemukan kendala seperti
kurangnya waktu dan sedikitnya sumber belajar, maka perangkat
pembelajaran model kooperatif berbasisi blended learning ini dapat
digunakan dirumah secara mandiri dan dapat mengatasi kendala yang
ditemukan tersebut.
107
DAFTAR RUJUKAN
Ahyan, Shahibul. 2011. Reliabilitas Kepraktisan dan Efek Potensial Suatu
Intsrtrumen
(online):
http://shahibulahyan.blogspot.com/2011/12/
kevalidan-kepraktisan-dan-efek.html. diakses tanggal 1 Maret 2015
Archambault, Leanna dan Jered Borup. 2017. Delving Further into Blended Learning:
Examining Professional Development Models, a Flipped Learning Approach, and Open
Educational Resources. Journal of Online Learning Research 3(2):1.
Arnawa IM, Yerizon, Sri N dan Roni TP. 2019. I J Sci Tech ISSN 2277-8616
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Asmar, Ali, Riry Sriningsih dan Arnellis. 2018. Needs Analysis Development of
Mathematics Learning Device Based On 21st Century Skills In Senior High
School. Advances in Social Science, Education and Humanities Research
(ASSEHR), volume 285. 2nd International Conference on Mathematics
and Mathematics Education 2018 (ICM2E 2018)
Dwiyogo, Wasis D. 2018. Pembelajaran Berbasis Blended Learning.Depok: PT
Rajagrafindo Persada
Fannie, Rizky Dericha dan Rohati. 2014. Pengembangan Lembar Kerja Peserta
didik Berbasis POE Pada Materi Program Linear kelas XII SMA. Jurnal
Sainmatika. 8(1):100 :
Garrison, D. Randy dan Heather Kanuka. 2004. Blended learning: Uncovering its
transformative potential in higher education. Jurnal Elsevier: 96
Gürsul, Fatih dan Hafize Keser. 2009. The effects of online and face to face problem
based learning environments in mathematics education on student’s
academic achievement. Jurnal Elsevier. 1 (2009) 2817-2824
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hidayati, Fithri, I Made Arnawa dan Hendra Syarifuddin. 2017 . Developing
Student Critical Thinking About Learning Based On Constructivism.
(ICM2E 2017) ISBN : 978-602-50919-0-2

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Uncontrolled Keywords: Model Kooperatif, Blended Learning, Hasil Belajar
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Matematika-S2
Depositing User: Perpustakaan dan Penerbitan UNP
Date Deposited: 21 Nov 2025 02:28
Last Modified: 21 Nov 2025 02:28
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/29687

Actions (login required)

View Item
View Item