fernandes, Heru (2019) Tinjauan Pembinaan Olahraga Gulat di Kabupaten Solok. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
B1_01_HERU_FERNANDES_1306748_538_2019 .pdf
Download (3MB)
Abstract
masalaha yang terjadi pada cabang olahraga gulat di Kabupaten Solok, belum baiknya pembinaan untuk cabang olahraga gulat di kabupaten solok tersebut dengan judul penelitian “Tinjuan Pembinaan Olahraga Gulat Di Kabupaten Solok „‟. Maka Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui sejauh mana kinerja organisasi olahraga gulat di Kabupaten Solok. 2) untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelatih gulat di Kabupaten Solok. 3) untuk mengetahui sejauh mana potensiatlet gulat di Kabupaten Solok. 4) Untuk mengetahui sejauh mana kecukupan sarana dan prasarana gulat di Kabupaten Solok Jenis penelitian penelitian ini adalah berupa angket (konsioner). Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 136) instrument adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam menggunakan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehinggga mudah diolah. Angket merupakan suatu cara pengumpulan data dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden yang bersedia memberikan jawaban sebenarnya dan sejujurnya. Angket yang digunakan merupakan angket tertutup (terstrukur) angket berstruktur, Yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih salah satu jawaban yang telah disediakan. Skala pengukuran yang dilakukan adalah skala Likert dengan lima kategori jawaban (Riduwan 2002: 113) yaitu : selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KK), jarang (JR) dan tidak pasti (TP). Jawaban dari angket berupa data kualitatif yang dikonversikan ke bentuk kuntitatif sebagai berikut : Berdasarkan hasil dari penelitian ini, pasda tingkat capaian yang terdiri dari 29 orang responden dari kinerja organisasi gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 43,10%. atau berada dalam kategori Kurang. Tingkat capaian pada kualitas pelatih gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 56,51% atau berada dalam kategori Kurang. Tingkat capaian potensi atlet gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 56,70% atau berada dalam kategori kurang. Tingkat capaian sarana dan prasarana olahraga gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 71,72,% atau berada dalam kategori cukup.masalaha yang terjadi pada cabang olahraga gulat di Kabupaten Solok, belum baiknya pembinaan untuk cabang olahraga gulat di kabupaten solok tersebut dengan judul penelitian “Tinjuan Pembinaan Olahraga Gulat Di Kabupaten Solok „‟. Maka Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui sejauh mana kinerja organisasi olahraga gulat di Kabupaten Solok. 2) untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelatih gulat di Kabupaten Solok. 3) untuk mengetahui sejauh mana potensiatlet gulat di Kabupaten Solok. 4) Untuk mengetahui sejauh mana kecukupan sarana dan prasarana gulat di Kabupaten Solok Jenis penelitian penelitian ini adalah berupa angket (konsioner). Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 136) instrument adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam menggunakan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehinggga mudah diolah. Angket merupakan suatu cara pengumpulan data dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden yang bersedia memberikan jawaban sebenarnya dan sejujurnya. Angket yang digunakan merupakan angket tertutup (terstrukur) angket berstruktur, Yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih salah satu jawaban yang telah disediakan. Skala pengukuran yang dilakukan adalah skala Likert dengan lima kategori jawaban (Riduwan 2002: 113) yaitu : selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KK), jarang (JR) dan tidak pasti (TP). Jawaban dari angket berupa data kualitatif yang dikonversikan ke bentuk kuntitatif sebagai berikut : Berdasarkan hasil dari penelitian ini, pasda tingkat capaian yang terdiri dari 29 orang responden dari kinerja organisasi gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 43,10%. atau berada dalam kategori Kurang. Tingkat capaian pada kualitas pelatih gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 56,51% atau berada dalam kategori Kurang. Tingkat capaian potensi atlet gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 56,70% atau berada dalam kategori kurang. Tingkat capaian sarana dan prasarana olahraga gulat Kabupaten Solok adalah sebesar 71,72,% atau berada dalam kategori cukup.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Asmi, Ali UNSPECIFIED Corrector Zulman, Zulman UNSPECIFIED Corrector Pitnawati, Pitnawati UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Pembuinaan Olahraga Gulat |
| Subjects: | L Education > L Education (General) S Sport |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi-S1 |
| Depositing User: | Aditya Shawfani S.Pd |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 08:49 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 02:26 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/2387 |
