Isra, Fauziyyah (2017) Representasi Diri Mahasiswa Waria Pada Media Sosial di Kota Padang Panjang. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
![B1_04_FAUZIYYAH_ISRA_1201835_2035_2017.pdf [thumbnail of B1_04_FAUZIYYAH_ISRA_1201835_2035_2017.pdf]](https://repository.unp.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
B1_04_FAUZIYYAH_ISRA_1201835_2035_2017.pdf
Download (3MB)
Abstract
Waria adalah individu yang memiliki kepribadian transeksual atau jiwa seperti perempuan yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan dengan segala sifat femininnya. Waria ternyata dapat ditemui di kalangan mahasiswa di Kota Padang Panjang. Berperilaku menjadi waria di dunia nyata memiliki banyak resiko, sebab ketika menampilkan diri seperti perempuan feminin di dunia nyata, mahasiswa waria akan mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat atau orang-orang sekitar yang melihatnya, seperti diejek atau sebagai bahan lelucon karena sosok fisik dan sosial yang masih dianggap negatif oleh masyarakat. Faktor lain tidak kalah penting, mahasiswa waria merupakan status pelajar yang terikat dalam aturan lingkungan kampus. Sehingga mahasiswa waria belum bisa total dalam mengeskpresikan dirinya di dunia nyata. Untuk menyalurkan identitas diri feminin mahasiswa waria memilih ruang maya sebagai tempat untuk menampilkan diri agar tetap eksis dan diakui keberadaannya. Melihat realitas tersebut nantinya akan melahirkan pemaknaan berbeda-beda bagi orang-orang yang melihat penampilan identitas diri mahasiswa waria yang berbeda pada saat di kampus dengan di media sosial, sehingga penelitian ini diperlukan konsep representasi.
Penelitian ini dianalisis dengan teori simulacra dan hiperrealitas oleh Jean Baudrillard. Teori ini berasumsi bahwa simulasi mengaburkan dan mengikis perbedaan antara yang nyata dengan yang imajiner, yang benar dengan yang palsu. Seperti yang ditampilkan oleh mahasiswa waria mencitrakan dirinya sebagai perempuan feminin di media sosial (realitas buatan). Realitas buatan tersebut kemudian menjadi hiperrealitas di mana mahasiswa waria telah meyakini orang-orang mempercayai bahwa mereka adalah perempuan yang cantik.
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi deskriptif. Untuk pemilihan informan dilakukan dengan dua teknik yaitu snowball sampling dan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang, yaitu dengan 9 mahasiwa waria dan 10 teman-teman mahasiswa. Data dikumpulkan dengan partisipasi pasif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif analisis (Miles dan Huberman).
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa waria merepresentasikan dirinya pada media sosial disebabkan motivasi: (1) dirinya merasa lebih cantik dengan selfie make-up, (2) memiliki bibir seksi, (3) body fisik dan fashion dirinya seperti artis. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa representasi diri mahasiswa waria pada media sosial oleh teman-temannya di antaranya: (1) ingin menampilkan identitas diri sebagai perempuan, (2) sebagai suatu karya seni dan hiburan, (3) kesepian dan ingin mendapatkan perhatian, dan (4) sebagai ajang promosi make-up.
Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | MAHASISWA WARIA, MEDIA SOSIAL, MAKNA DIRI, DAN REPRESENTASI. |
Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1 |
Depositing User: | Dina Aulia Sari S.IP |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 08:35 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 08:35 |
URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/22898 |