Hakim, Arif Rahman (2013) Perencanaan Pengontrolan Pengaman Rumah dengan Pemanfaatan Telepon Seluler Menggunakan Mikrokontroler. Diploma/Tugas Akhir thesis, Teknik Elektro.
B1_04_ARIF_RAHMAN_HAKIM_D3_06137_2360_2013.pdf.pdf
Download (2MB)
Abstract
Dengan berkembangnya teknologi ada semakin banyaknya kesibukan manusia, membuat orang berfikir untuk dapat bekerja lebih efektif dan efisien oleh karena itu, salah satunya dengan mengganti piranti mekanik menjadi piranti otomatis dengan maksud untuk menekan biaya, waktu dan tenaga, salah satu piranti yang dihasilkan dari berkembangnya teknologi adalah handphone. Handphone merupakan alat komunikasi piranti telepon kabel atau telepon rumah. Handphone menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti mengirim dan menerima data dalam bentuk teks, gambar, lagu dan animasi. Kemampuan handphone dalam mengirimkan data dalam bentuk teks disebut dengan Short Message Center (SMS). SMS adalah fitur yang disediakan dalam bentuk teks (pesan singkat). Karena kemudahan dan keekonomisan penggunaan SMS ini, membuat orang berfikir untuk mengembang SMS menjadi alat pengontrol otomatis. Salah satunya adalah untuk pengontrolan alarm rumah. Maksud dari pengontrolan alarm bertujuan untuk memberitahukan kepada pemilik rumah jika pintu atau jendela dibuka oleh orang lain. Pada proyek akhir ini penulis mengunakan ponsel yang berfungsi untuk mengirim dan menerima SMS. Untuk ponsel slave (pengirim SMS) digunakan Nexian G9522 (sebenarnya bisa menggunakan handphone apa saja yang memiliki keytone), sedangkan untuk handphone pemilik rumah bisa menggunakan handphone apa saja. Ketika pintu dan jendela di rumah dikunci dan sistem keamanan sudah diaktifkan maka kondisi rumah siap untuk ditinggalkan dalam keadaan aman. Jika ada orang lain atau orang yang tidak dikenal berusaha memasuki rumah dengan cara membuka pintu atau jendela maka orang tersebut akan menyentuh plat sentuh pada rangkaian sentuh. Akibat sentuhan tersebut maka rangkaian sensor akan aktif dan lansung memberikan sinyal pada rangkaian sistem. Sinyal yang diterima tersebut akan diolah oleh mikrokontroler dan hanphone slave akan bekerja sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh mikrokontroler. Intruksi yang diberikan oleh mikrokontroler tersebut adalah perintah untuk mengirim SMS ke handphone pemilik rumah. Jika orang yang ingin memasuki rumah tadi tidak terdekteksi oleh sensor sentuh, karena mungkin saja orang tersebut memakai sarung tangan. Orang tersebut bukan berarti bebas dari deteksi alat ini karena masih ada satu sensor lagi yang dipasang pada pintu. Sensor yang dipasang dipintu adalah sensor cahaya. Sensor ini pada saat standby sinyal yang di pancarkan infrared ke photo dioda dalam keadaan tidak sinkron, namun saat pintu dibuka maka sinyal tersebut akan sinkron, hal ini menandakan sensor aktif dan output nya akan masuk ke mikrokontroler yang kemudian mikrokontroler memberi intruksi kehandphone slave agar handphone slave mengirim SMS pemberitahuan ke handphone pemilik rumah.
| Item Type: | Thesis (Diploma/Tugas Akhir) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Supriyatno, Amirin UNSPECIFIED Corrector Hendri, Hendri UNSPECIFIED Corrector Bustaman, Bustaman UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | TELEPON SELULER, TEKNIK ELEKTRO, MIKROKONTROLER |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Listrik-D3 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 31 Jan 2025 07:43 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 02:28 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/508 |
