Kebertahanan Bendi sebagai Moda Transportasi Wisata Budaya di Kota Bukittinggi

Rencilia, Diva (2026) Kebertahanan Bendi sebagai Moda Transportasi Wisata Budaya di Kota Bukittinggi. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_Diva_Rencilia_21058067_21058067_7304_2026.PDF] Text
final_4_Diva_Rencilia_21058067_21058067_7304_2026.PDF

Download (891kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menjelaskan bagaimana kebertahanan bendi sebagai moda transportasi wisata budaya di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, bendi masih tetap eksis dan dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan bendi tidak hanya dipengaruhi oleh fungsi praktis sebagai alat transportasi, tetapi juga oleh nilai sosial dan budaya yang melekat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kusir bendi, pengguna jasa bendi, serta wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons dengan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk melihat bagaimana bendi mampu bertahan dalam sistem sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebertahanan bendi di Kota Bukittinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu : pertama, bendi masih diminati sebagai moda transportasi wisata budaya karena memberikan pengalaman unik dan bernilai budaya bagi wisatawan, kedua, bendi berperan sebagai ikon Kota Bukittinggi yang memperkuat identitas lokal dan ketiga, adanya peran aktif kusir bendi serta dukungan pemerintah dalam mempertahankan keberadaannya. Kebertahanan ini terjadi melalui proses adaptasi fungsi dari transportasi umum menjadi transportasi wisata, pencapaian tujuan pelestarian budaya, integrasi antara pelaku wisata dan masyarakat, serta pemeliharaan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa bendi tidak hanya bertahan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol budaya yang terus direproduksi dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Bukittinggi.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Syafrini, Delmira
UNSPECIFIED
Corrector
Hidayat, Muhammad
UNSPECIFIED
Corrector
Nora AN, Desri
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 07 Oct 2026 12:14
Last Modified: 07 Oct 2026 12:14
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/49029

Actions (login required)

View Item
View Item