Tradisi Bajamba Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Studi Simbolik pada Tradisi Bajamba Masyarakat Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat

Ananda, Tiwi (2026) Tradisi Bajamba Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Studi Simbolik pada Tradisi Bajamba Masyarakat Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_Tiwi_Ananda_21058121_3494_2026.pdf] Text
final_4_Tiwi_Ananda_21058121_3494_2026.pdf

Download (2MB)

Abstract

Bajamba merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Nagari Batagak dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini biasanya dilangsungkan mulai dari tanggal 12 Rabiul Awal hingga akhir bulan Rabiul Awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan makna simbolik bajamba dalam konteks upacara mauluik (maulid Nabi Muhammad SAW). Untuk memahami makna tersebut penelitian kualitatif ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik yang dikemukakan oleh Clifford Geertz, fokus pada simbol- simbol yang terdapat dalam makanan, alat, serta aktivitas masyarakat selama pelaksanaan bajamba. Dalam pengumpulan data, metode purposive sampling dilakukan untuk menentukan informan yang relevan. Proses ini menerapkan pendekatan interpretivisme Clifford Geertz yang fokus pada observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan pemanfaatan dokumen. Data yang ditemukan kemudian dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik.. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi bajamba dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Nagari Batagak merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah serta sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga penuh dengan nilai sosial dan budaya. Setiap elemen dalam jamba, seperti pinyaram, nasi lamak, pisang goreng, na inti, pisang, daun anam, dan tali anam, memiliki makna simbolis yang mencerminkan kombinasi antara adat dan syarak sesuai dengan filosofi Minangkabau “adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah.” Melalui simbol- simbol itu, masyarakat Batagak mengungkapkan nilai nilai Islam, soliditas, kerja sama, dan keseimbangan sosial. Secara interpretivisme simbolik mengungkapkan bahwa tradisi bajamba menunjukkan keterkaitan adat dan syarak dalam kehidupan masyarakat Nagari Batagak. Selain itu, bajamba juga sebagai wujud masyarakat yang menjunjung tinggi persatuan dan kesetaraan, wujud dari rasa tolong-menolong, dan sebagai kontrol sosial di dalam masyarakat. Studi ini menyatakan bahwa tradisi bajamba berfungsi sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sebagai sarana mewariskan nilai-nilai serta identitas budaya masyarakat Nagari Batagak yang harus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Febrianto, Adri
UNSPECIFIED
Corrector
Wirdanengsih, Wirdanengsih
UNSPECIFIED
Corrector
Hidayat, Muhammad
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 06 Oct 2026 01:54
Last Modified: 06 Oct 2026 01:54
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48885

Actions (login required)

View Item
View Item