Persepsi Masyarakat tentang Kebijakan Pembatasan Jam Hiburan Malam dalam Konteks Aktivitas Kesenian Tradisional di Kabupaten Padang Pariaman

Eri, Eri (2026) Persepsi Masyarakat tentang Kebijakan Pembatasan Jam Hiburan Malam dalam Konteks Aktivitas Kesenian Tradisional di Kabupaten Padang Pariaman. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_5_ERI_19042120_3450_2026.pdf] Text
final_5_ERI_19042120_3450_2026.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kebijakan pembatasan jam hiburan malam di Kabupaten Padang Pariaman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Kebijakan ini diterapkan melalui Kesepakatan Bersama Forkopimda yang membatasi jam operasional hiburan malam hingga pukul 23.30 WIB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola induktif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap masyarakat, pelaku seni tradisional, aparat Satpol PP, dan pejabat pemerintah daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kebijakan ini terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu persepsi positif, negatif, serta persepsi netral atau moderat. Sebagian masyarakat mendukung kebijakan karena dianggap mampu menjaga ketertiban, keamanan, dan moral publik. Sebaliknya, pelaku seni tradisional dan pekerja sektor hiburan malam cenderung memandang kebijakan ini membatasi ruang ekspresi budaya serta berdampak pada penurunan pendapatan ekonomi. Sementara itu, sebagian masyarakat bersikap moderat dengan menerima kebijakan namun mengharapkan adanya fleksibilitas dan solusi alternatif. Faktor faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat meliputi faktor sosial kebijakan dan sosialisasi, nilai budaya dan agama, pengalaman langsung terhadap dampak kebijakan, kondisi ekonomi dan mata pencaharian, serta tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pembatasan jam hiburan malam sangat bergantung pada cara masyarakat memaknai kebijakan tersebut. Maka diperlukan pendekatan yang lebih partisipatif, komunikatif, dan sensitif terhadap nilai budaya lokal agar kebijakan ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung pelestarian kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Frinaldi, Aldri
UNSPECIFIED
Corrector
Helmi, Rahmadhona Fitri
UNSPECIFIED
Corrector
Putri, Sinta Westika
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Administrasi Negara-S1
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 05 Oct 2026 09:46
Last Modified: 05 Oct 2026 09:47
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48855

Actions (login required)

View Item
View Item