Makna Sekolah Minggu sebagai Praktik Pendidikan Nonformal (Studi Fenomenologi di Gereja Santo Ambrosius Stasi Tabing).

Yanti, Agnes Noftri (2026) Makna Sekolah Minggu sebagai Praktik Pendidikan Nonformal (Studi Fenomenologi di Gereja Santo Ambrosius Stasi Tabing). Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_Agnes_Noftri_Yanti_22005002_6764_2026.pdf] Text
final_4_Agnes_Noftri_Yanti_22005002_6764_2026.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan Sekolah Minggu yang tidak hanya berfungsi sebagai pembinaan iman anak di gereja, tetapi juga memiliki proses pembelajaran yang menunjukkan karakteristik pendidikan nonformal. Selain itu, keterlibatan kakak pendamping serta proses pembelajaran menyenangkan dalam kegiatan Sekolah Minggu menjadi salah satu faktor yang mendukung partisipasi anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketertarikan kakak pendamping dalam pelayanan Sekolah Minggu dan proses pembelajaran menyenangkan yang dilakukan dalam kegiatan Sekolah Minggu di Gereja Santo Ambrosius Stasi Tabing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari kakak pendamping Sekolah Minggu dan orang tua anak Sekolah Minggu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Miles, Huberman,Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan kakak pendamping dalam pelayanan Sekolah Minggu didorong oleh adanya panggilan pelayanan, kepedulian terhadap pembinaan iman anak, serta ikatan emosional dengan anak-anak Sekolah Minggu. Selain itu, proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan melalui berbagai kegiatan seperti bernyanyi, bermain, bercerita, menonton film rohani, serta kegiatan kreativitas anak sehingga anak-anak lebih aktif dan antusias mengikuti pembelajaran. Kegiatan Sekolah Minggu menunjukkan karakteristik pendidikan nonformal yang berlangsung secara fleksibel, partisipatif, dan kontekstual dalam lingkungan gereja. Oleh karena itu, kegiatan Sekolah Minggu perlu terus dikembangkan melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar partisipasi serta pembinaan iman anak dapat berlangsung secara optimal.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Pamungkas, Alim Harun
UNSPECIFIED
Corrector
Aini, Wirdhatul
UNSPECIFIED
Corrector
Rozi, Muhammad Fakhrur
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: SEKOLAH MINGGU SEBAGAI PRAKTIK
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Non Formal-S1
Depositing User: Arlianis Arlianis S.IP
Date Deposited: 02 Oct 2026 09:56
Last Modified: 02 Oct 2026 09:56
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48820

Actions (login required)

View Item
View Item