Matondang, Dara Yunisa (2026) Tindak Tutur dan Strategi Bertutur dalam Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2025. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_2_Dara_Yunisa_Matondang_22017062_6284_2026.pdf
Download (2MB)
Abstract
Pidato kenegaraan seorang presiden merupakan tindak tutur yang sarat dengan strategi bertutur sebab setiap ujaran yang disampaikan harus mempertimbangkan situasi, mitra tutur, serta tujuan komunikatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2025 dan (2) mendeskripsikan strategi bertutur dalam tindak tutur direktif yang digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2025. Kajian ini penting karena pidato kenegaraan tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga mengarahkan dan memengaruhi masyarakat melalui strategi kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya yang termasuk dalam tindak tutur direktif. Sumber data penelitian adalah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2025. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan mentranskripsikan pidato kemudian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur dan strategi bertutur. Teknik triangulasi digunakan sebagai teknik pengabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sepuluh bentuk tindak tutur direktif yaitu (1) memerintah, (2) menasihati, (3) mengingatkan, (4) melarang, (5) menyarankan, (6) mengancam, (7) menantang, (8) menuntut, (9) meminta, dan (10) mengajak. Bentuk yang dominan ialah menasihati yang lebih banyak disampaikan menggunakan startegi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif. Strategi bertutur dalam tindak tutur direktif yang digunakan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR 2025, yaitu (1) strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, (3) strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, dan (4) strategi bertutur secara samar-samar. Strategi yang dominan digunakan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi. Temuan ini menunjukkan bahwa pidato kenegaraan merupakan komunikasi strategis yang tegas, berwibawa, dan tetap membangun solidaritas nasional. Pidato tersebut lebih menekankan arahan, pembinaan, dan penguatan sikap daripada tuntutan langsung. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat dan memperkaya kajian pragmatik, khususnya teori tindak tutur direktif dan strategi bertutur dalam konteks komunikasi politik tingkat kenegaraan. Secara praktis, penelitian ini membantu pembaca memahami bahwa pidato presiden bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan bentuk strategi komunikasi yang memiliki tujuan tertentu dalam mangarahkan, mengingatkan, dan membangun persatuan nasional.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Manaf, Ngusman Abdul UNSPECIFIED Corrector Agustina, Agustina UNSPECIFIED Corrector Syukri, Haris UNSPECIFIED |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:08 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:09 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48552 |
