Pengaruh Lokasi Tumbuh terhadap Efektivitas Daun Pucuk Merah (Syzygium oleina L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Sclerotium rolfsii Sacc

Domisofa, Melani (2026) Pengaruh Lokasi Tumbuh terhadap Efektivitas Daun Pucuk Merah (Syzygium oleina L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Sclerotium rolfsii Sacc. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_4_Melani_Domisofa_22032027_5370_2026.pdf] Text
final_4_Melani_Domisofa_22032027_5370_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sclerotium rolfsii merupakan jamur patogen tular tanah penyebab busuk batang, layu, dan rebah kecambah. Pengendalian masih menggunakan fungisida sintetis yang berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ramah lingkungan melalui fungisida nabati. Salah tanaman yang berpotensi adalah pucuk merah. Mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang bersifat antifungi. Metabolit sekunder juga dapat dipengaruhi oleh lokasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lokasi tumbuh terhadap aktivitas antifungi daun pucuk merah dalam menghambat pertumbuhan S. rolfsii. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel daun pucuk merah lokasi tumbuh, yaitu Pariaman, Pasaman Barat, dan Padang Panjang. Parameter yang diamati meliputi diameter pertumbuhan koloni jamur serta tingkat aktivitas antifungi. Data dianalisis menggunakan (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi tumbuh berpengaruh nyata terhadap efektivitas antifungi daun pucuk merah dalam menghambat pertumbuhan koloni S. rolfsii dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Rata-rata diameter koloni jamur pada kontrol sebesar 9,10 cm, sedangkan pada ekstrak daun pucuk merah dari lokasi Pariaman sebesar 0,78 cm, Pasaman sebesar 0,30 cm, dan Padang Panjang sebesar 0,31 cm. Persentase penghambatan pertumbuhan jamur pada lokasi Pariaman sebesar 91,45%, Pasaman 96,75%, dan Padang Panjang 96,61%, yang seluruhnya termasuk kategori aktivitas antifungi sangat kuat.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Chatri MP, Moralita
UNSPECIFIED
Corrector
Advinda, Linda
UNSPECIFIED
Corrector
Fadilaturahmah, Fadilaturahmah
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: ANTIFUNGI, LOKASI TUMBUH, METABOLIT SEKUNDER, SCLEROTIUM ROLFSII, SYZYGIUM OLEINA
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:26
Last Modified: 24 Sep 2026 03:26
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48320

Actions (login required)

View Item
View Item