Evaluasi Potensi Pelarutan Fosfat oleh Pseudomonas Berfluoresen yang Diisolasi dari Rizosfer Berbagai Tanaman

Norman, Mayanda (2026) Evaluasi Potensi Pelarutan Fosfat oleh Pseudomonas Berfluoresen yang Diisolasi dari Rizosfer Berbagai Tanaman. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_4_MAYANDA_NORMAN_22032026_1004_2026.pdf] Text
final_4_MAYANDA_NORMAN_22032026_1004_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pseudomonas berfluoresen termasuk kelompok bakteri tanah yang hidup di wilayah rizosfer yang mampu melarutkan fosfat, sehingga berperan penting dalam meningkatkan ketersediaan fosfor bagi tanaman. Pseudomonas berfluoresen ini sering dikategorikan sebagai salah satu agen pelarut fosfat yang paling efektif. Fosfat merupakan nutrien esensial yang berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun ketersediaannya di tanah sering rendah karena terikat oleh ion-ion tertentu. Oleh karena itu, diperlukan upaya alternatif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan ketersediaan fosfat di dalam tanah, salah satunya melalui pemanfaatan mikroorganisme pelarut fosfat yang berasal dari wilayah rizosfer tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pelarutan fosfat oleh pseudomonas berfluoresen yang diisolasi dari rizosfer berbagai tanaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Agustus 2025 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang mengamati terbentuknya zona bening disekitar koloni bakteri dan menghitung nilai Indeks Kelarutan Fosfat (IKF). Hasil kemampuan pelarutan fosfat oleh isolat pseudomonas berfluoresen dari rizosfer berbagai tanaman menunjukkan bahwa 10 isolat pseudomonas berfluoresen yang mampu melarutkan fosfat adalah isolat pseudomonas berfluoresen PfPj1, PfPj2, PfPb1, PfPb3, PfCas, PfCas3, PfS31, PfS36, PfKd7, PfLAHP2. Potensi pelarutan fosfat antar isolat pseudomonas berfluoresen dari rizosfer berbagai tanaman menghasilkan nilai Indeks Kelarutan Fosfat (IKF) yang berbeda. Nilai Indeks Kelarutan Fosfat (IKF) tertinggi dihasilkan oleh isolat pseudomonas berfluoresen PfKd7 yaitu sebesar 4,91 mm, dan berbeda nyata dengan sebagian isolat lainnya, namun tidak berbeda nyata dengan isolat PfCas, PfS31, PfLAHP2, PfPj1, serta PfS36. Sebaliknya, nilai Indeks Kelarutan Fosfat (IKF) terendah dihasilkan oleh isolat pseudomonas berfluoresen PfLAHS1 sebesar 1,00 mm dan tidak berbeda nyata dengan isolat PfLAHT1 dan PfLAHT2, namun berbeda nyata dengan isolat lainnya.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Advinda, Linda
UNSPECIFIED
Corrector
Anhar, Azwir
UNSPECIFIED
Corrector
Handayani, Dezi
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: PSEUDOMONAS BERFLUORESEN, PELARUTAN FOSFAT, ZONA BENING, INDEKS KELARUTAN FOSFAT (IKF), RIZOSFER
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:25
Last Modified: 24 Sep 2026 03:25
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48316

Actions (login required)

View Item
View Item