Aktivitas Antimikroba Cuka Nira dan Analisis Kandungan Senyawa Aktif dengan Metode Gc-Ms

Palupi, Indria (2026) Aktivitas Antimikroba Cuka Nira dan Analisis Kandungan Senyawa Aktif dengan Metode Gc-Ms. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_4_INDRIA_PALUPI_22032076_1213_2026.pdf] Text
final_4_INDRIA_PALUPI_22032076_1213_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Nira aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan bahan alami yang berpotensi diolah menjadi produk fermentasi bernilai tambah, salah satunya cuka nira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas cuka nira hasil fermentasi, menentukan persentase starter dan lama fermentasi terbaik dalam menghasilkan aktivitas antimikroba, menganalisis interaksi kedua faktor tersebut, mengkaji hubungan bakteri asam laktat (BAL) dengan aktivitas antimikroba, serta mengidentifikasi senyawa aktif antimikroba menggunakan metode GC-MS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dua faktor, yaitu persentase starter Acetobacter aceti (5%, 10%, 15%, dan 20%) dan lama fermentasi (3, 6, dan 12 hari) dengan tiga ulangan. Aktivitas antimikroba diuji terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans menggunakan metode difusi cakram, sedangkan analisis senyawa aktif melalui skrining fitokimia dan metode GC-MS. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dua arah dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka nira memenuhi standar mutu SNI 01-4371-1996. Lama fermentasi dan persentase starter berpengaruh sangat signifikan terhadap aktivitas antimikroba (p < 0,001), serta terdapat interaksi sangat signifikan antara kedua faktor tersebut. Kombinasi perlakuan terbaik untuk aktivitas antibakteri diperoleh pada lama fermentasi 12 hari dengan persentase starter 20%, sedangkan aktivitas antijamur terbaik pada 6 hari dengan persentase starter 15%. Secara faktor tunggal, lama fermentasi optimal untuk antibakteri adalah 12 hari dan untuk antijamur 6 hari, sedangkan persentase starter optimal untuk keduanya adalah 15%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang bervariasi antara jumlah BAL dan zona hambat, dengan korelasi positif kuat pada C. albicans. Skrining fitokimia cuka nira positif mengandung senyawa saponin, tanin, fenol dan terpenoid dan analisis GC-MS mengidentifikasi senyawa 9- octadecenoic acid, asam asetat, 9,12-octadecadienoic acid dan hexadecanoic acid.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Putri, Dwi Hilda
UNSPECIFIED
Corrector
Irdawati, Irdawati
UNSPECIFIED
Corrector
Atifah, Yusni
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: ANTIMIKROBA, BAL, CUKA NIRA, GC-MS
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 23 Sep 2026 11:34
Last Modified: 23 Sep 2026 11:34
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48254

Actions (login required)

View Item
View Item