Pandangan Orang Tua terhadap Perempuan Nikah Dini Studi Kasus: Desa Bukit Putus Luar, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan

Witra, Asnifar Yulia (2025) Pandangan Orang Tua terhadap Perempuan Nikah Dini Studi Kasus: Desa Bukit Putus Luar, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_Asnifar_Yulia_Witra_21058002_9080_2025.pdf] Text
final_4_Asnifar_Yulia_Witra_21058002_9080_2025.pdf

Download (607kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pandangan para orang tua terkait pernikahan anak perempuan di usia muda, mengambil studi kasus di Desa Bukit Putus Luar, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir
Selatan. Fokus utama penelitian adalah menjelaskan faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini dan menguraikan dampak nyata yang ditimbulkan dari
praktik tersebut di kalangan remaja perempuan di desa tersebut. Data menunjukkan bahwa tingginya angka pernikahan dini (dengan pasangan berusia sekitar 16-17
tahun) di lokasi ini seringkali dilakukan secara tidak tercatat oleh negara karena berada di bawah batas usia minimal yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa keputusan untuk menikahkan anak perempuan di bawah umur sebagian besar didorong oleh orang tua sebagai upaya mendesak untuk menjaga kehormatan keluarga dan menghindari rasa malu (aib) yang ditimbulkan oleh pergaulan remaja
yang dikhawatirkan melanggar etika dan norma setempat. Pandangan ini menempatkan tanggung jawab menjaga nama baik di atas pertimbangan penting lainnya, seperti kelanjutan pendidikan formal atau kesiapan mental anak. Selain faktor sosial budaya tersebut, tingkat pendidikan yang rendah dan beban ekonomi keluarga yang terbatas juga menjadi pendorong yang signifikan. Namun, bagi anak
perempuan yang menjalani, pernikahan dini menimbulkan konsekuensi negatif yang besar. Mereka mengalami beban pikiran yang melonjak, kehilangan cita-cita
pendidikan dan impian masa depan, serta harus menjalani peran sebagai istri dan ibu rumah tangga tanpa adanya kesiapan mental dan emosional yang memadai.
Kondisi ini menyebabkan ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan, yang sering berujung pada konflik rumah tangga dan pada akhirnya meningkatkan risiko perceraian. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pernikahan
dini di desa tersebut berfungsi sebagai strategi sosial budaya yang kuat untuk menjaga nilai kehormatan keluarga, meskipun harus mengorbankan masa depan dan kesejahteraan individu anak perempuan.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Wirdaningsih, Wirdanengsih
UNSPECIFIED
Corrector
Susilawati, Nora
UNSPECIFIED
Corrector
Fitriani, Erda
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1
Depositing User: Sri Yulianti S.IP
Date Deposited: 23 Sep 2026 11:29
Last Modified: 23 Sep 2026 11:29
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48250

Actions (login required)

View Item
View Item