Strategi Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah Sehat: Studi Kasus Gerakan Sekolah Sehat dengan fokus Sehat Jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban

Sujarman, Annisa Nabila (2025) Strategi Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah Sehat: Studi Kasus Gerakan Sekolah Sehat dengan fokus Sehat Jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_ANNISA_NABILA_SUJARMAN_21058136_9396_2025.pdf] Text
final_4_ANNISA_NABILA_SUJARMAN_21058136_9396_2025.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang strategi sekolah dalam mewujudkan sekolah sehat melalui program gerakan sekolah sehat dengan fokus sehat jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Penelitian ini penting untuk diteliti karena sekolah ini merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Atas di Kabupaten 50 Kota yang menjadi Sekolah Sehat percontohan, serta 20% anak di SMAN 1 Lareh Sago Halaban mengalami broken home yang beresiko berpengaruh kepada kesehatan jiwa mereka. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcott Parson dengan skema AGIL. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang, dengan kriteria tokoh kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil sarana prasarana, wakil kesiswaan, tim gerakan sekolah sehat, guru, dan siswa yang terlibat dalam strategi program gerakan sekolah sehat dengan fokus sehat jiwa. Teknik analisis data dilakukan dengan skema analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan strategi sekolah sehat melalui gerakan sekolah sehat dengan fokus sehat jiwa, terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, intrakurikuler atau dalam proses pembelajaran, yaitu: 1) habituation dalam berdoa, 2) tinjauan perkembangan mental peserta didik, 3) pemetaan siswa sesuai kemampuan. Kedua, kokurikuler atau kegiatan penunjang pembelajaran, yaitu: 1) pengoptimalisasi sosialisasi NAPZA, bullying, pemanfaatan internet, mental health, dan peran keluarga, 2) kerja sama dengan stakeholder. 3) kampanye anti bullying. Ketiga, ekstrakurikuler atau kegiatan tambahan di luar pelajaran, yaitu: 1) pewajiban ekstrakurikuler, 4) pembentukan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), 5) mengaktifkan Pusat Konseling Kesehatan Remaja (PKKR).

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Nurlizawati, Nurlizawati
UNSPECIFIED
Corrector
Fernandes, Reno
UNSPECIFIED
Corrector
Fitriani, Erda
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1
Depositing User: Sri Yulianti S.IP
Date Deposited: 23 Sep 2026 11:28
Last Modified: 23 Sep 2026 11:29
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48247

Actions (login required)

View Item
View Item