Pemetaan Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi dan Terendah Menggunakan Analisis Biplot

Syahila, Alya (2026) Pemetaan Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi dan Terendah Menggunakan Analisis Biplot. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_10_Alya_Syahila_22037003_3239_2026.pdf] Text
final_10_Alya_Syahila_22037003_3239_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan pembangunan yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kemiskinan antar provinsi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa sebesar 10,40%, sedangkan Provinsi DKI Jakarta mencatat tingkat kemiskinan terendah sebesar 4,14%. Kesenjangan ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik ekonomi dan kualitas sumber daya manusia antarwilayah yang perlu dianalisis lebih mendalam. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana memetakan karakteristik wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi dan terendah di Pulau Jawa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode analisis biplot dengan data sekunder tahun 2024 yang bersumber dari BPS. Variabel yang dianalisis meliputi persentase kemiskinan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, angka melek huruf, rata-rata pendapatan bersih, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul merupakan wilayah dengan karakteristik kemiskinan tertinggi di DIY. Sementara itu, wilayah di DKI Jakarta umumnya dicirikan oleh nilai PDRB per kapita, IPM, dan tingkat melek huruf yang tinggi, meskipun terdapat pengecualian pada Kepulauan Seribu yang memiliki tingkat kemiskinan relatif lebih tinggi dibanding wilayah lainnya. Nilai kelayakan biplot sebesar 99% (DIY) dan 97% (DKI Jakarta) menunjukkan bahwa representasi dua dimensi layak digunakan. Dengan demikian, perbedaan karakteristik ekonomi dan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama pembeda tingkat kemiskinan antar wilayah.

Item Type: Thesis (Diploma/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Kurniawati, Yenni
UNSPECIFIED
Corrector
Permana, Dony
UNSPECIFIED
Corrector
Martha, Zamahsary
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: ANALISIS BIPLOT, TINGKAT KEMISKINAN, PEMETAAN PROVINSI.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Statistika-D3
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 18 Sep 2026 02:13
Last Modified: 18 Sep 2026 02:14
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47971

Actions (login required)

View Item
View Item