Deteksi Ion Logam Cu2+ Menggunakan Indium Tin Oxide (Ito) Glass Termodifikasi Nickel(Ii) Oxide (Nio) dengan Metode Cyclic Voltammetry

Paradhise, Cleofany Aurhelya (2026) Deteksi Ion Logam Cu2+ Menggunakan Indium Tin Oxide (Ito) Glass Termodifikasi Nickel(Ii) Oxide (Nio) dengan Metode Cyclic Voltammetry. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_8_CLEOFANY_AURHELYA_PARADHISE_22036124_8729_2026.pdf] Text
final_8_CLEOFANY_AURHELYA_PARADHISE_22036124_8729_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pencemaran ion logam Cu²⁺ di lingkungan perairan menjadi salah satu permasalahan penting karena sifatnya yang toksik pada konsentrasi berlebih dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sensor elektrokimia berbasis elektroda Indium Tin Oxide (ITO) glass termodifikasi Nickel(II) Oxide (NiO) untuk deteksi ion logam Cu²⁺ menggunakan metode cyclic voltammetry. Modifikasi elektroda dilakukan melalui proses elektrodeposisi Ni pada permukaan ITO, dilanjutkan dengan oksidasi elektrokimia dan kalsinasi untuk memperoleh lapisan NiO/ITO. Elektroda yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, UV-Vis DRS, FESEM-EDS, dan cyclic voltammetry. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya pita serapan logam-oksigen pada daerah bilangan gelombang rendah yang mengindikasikan terbentuknya lapisan berbasis NiO. Analisis XRD menunjukkan kemunculan puncak difraksi yang berkaitan dengan fase NiO. Nilai bandgap elektroda ITO dan NiO/ITO masing�masing sebesar 3,17 eV dan 3,01 eV, yang menunjukkan perubahan sifat optik setelah modifikasi. Hasil karakterisasi FESEM menunjukkan morfologi permukaan NiO/ITO tersusun dari partikel berukuran nano dengan bentuk sferis yang relatif seragam dan terdistribusi merata di seluruh permukaan ITO, sedangkan analisis EDS mengkonfirmasi keberadaan unsur O (58,03% atomik), Ni (17,38% atomik), In (21,88% atomik), dan Sn (2,71% atomik) yang terdistribusi homogen berdasarkan hasil elemental mapping. Karakterisasi elektrokimia menggunakan K₃[Fe(CN)₆] menunjukkan bahwa elektroda NiO/ITO memiliki luas permukaan aktif terbesar, yaitu 1,120 cm², dibandingkan ITO dan Ni/ITO. Deteksi ion Cu²⁺ menunjukkan kondisi optimum pada Supporting Electrolyte buffer asetat pH 5 dengan scan rate 100 mV/s. Kurva kalibrasi menunjukkan hubungan linear pada rentang konsentrasi 2-14 ppm dengan persamaan regresi y = 13,666x - 4,0471 dan nilai R² = 0,9981. Nilai limit of detection yang diperoleh sebesar 0,56 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa elektroda NiO/ITO berpotensi digunakan sebagai sensor elektrokimia untuk deteksi ion logam Cu²⁺.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Sari, Trisna Kumala
UNSPECIFIED
Corrector
Zulfa, Vinda Zakiyatuz
UNSPECIFIED
Corrector
Nasra, Edi
UNSPECIFIED
Corrector
Beri, Deski
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: CU2+, ITO, NIO, CYCLIC VOLTAMMETRY, ELECTROCHEMICAL SENSOR
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:45
Last Modified: 16 Sep 2026 04:45
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47822

Actions (login required)

View Item
View Item