Analisis Nilai Suseptibilitas Magnetik Pada Pumice di Pariaman dan Lubuk Basung Menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility Meter Sensor Type B

Haqu, Amelia Roza (2026) Analisis Nilai Suseptibilitas Magnetik Pada Pumice di Pariaman dan Lubuk Basung Menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility Meter Sensor Type B. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_Amelia_Roza_Haqu_20034038_4065_2026.pdf] Text
final_6_Amelia_Roza_Haqu_20034038_4065_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Indonesia memiliki gunung api purba salah satunya gunung Sitinjau, aktivitas gunung purba ini menghasilkan kaldera Maninjau dan material piroklastik yang tersebar luas, salah satunya adalah pumice (batu apung) yang tersebar di Pariaman dan Lubuk Basung yang diperkirakan hasil dari letusan gunung maninjau purba yang diperkirakan terjadi 5200 tahun yang lalu. Pumice di Pariaman dan Lubuk Basung belum sepenuhnya diidentifikasi kandungan mineral magnetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat magnetik yang terdapat pada pumice di Pariaman dan Lubuk Basung, serta menentukan apakah pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung berasal dari letusan yang sama atau tidak. Sampel berupa pumice yang diambil pada kawasan Pariaman dan Lubuk Basung, di preparasi pada Laboratorium Geofisika Departemen Fisika dan sampel tersebut dikategorikan berdasarkan daerah tempat pengambilan. Sampel Pariaman berjumlah 189 holder dan Lubuk Basung berjumlah 459 holder yang sudah diukur menggunakan alat Bartington Magnetic Susceptibility Meter type B (MS2B), selanjutnya dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah sampel kedua lokasi berasal dari letusan yang sama atau tidak. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa nilai suseptibilitas sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung bervariasi, berkisar antara 6,5×10-8m3 /kg ⎼ 626,4×10- 8m3 /kg. Pumice ini memiliki sifat antiferromagnetik dan ferrimagnetik, dengan hampir tidak memiliki bulir superparamagnetik, campuran superparamagnetik dan butiran kasar serta hampir seluruhnya bulir superparamagnetik. Berdasarkan nilai suseptibilitas didapatkan bahwa sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung memiliki karakteristik mineral magnetik yang sama namun secara statistik pumice di Pariaman dan Lubuk Basung tidak terdistribusi secara normal, tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan antara dua sampel yang artinya sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung merupakan hasil letusan gunung api yang sama (Gunung Maninjau Purba) dengan pusat letusan yang berbeda

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Hamdi, Hamdi
UNSPECIFIED
Corrector
Amir, Harman
UNSPECIFIED
Corrector
Zulhendra, Zulhendra
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: MINERAL MAGNETIK, PUMICE, SUSEPTIBILITAS MAGNETIK, BARTINGTON MAGNETIC SUSCEPTIBILITY METER SENSOR TYPE B
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 15 Sep 2026 02:59
Last Modified: 15 Sep 2026 02:59
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47686

Actions (login required)

View Item
View Item