Ridho, Muhammad (2024) Adat Basandi Syara' Syara’ Basandi Kitabullah pada Tari Ulu Ambek di Nagari Tandikek Selatan Kabupaten Padang Pariaman. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri padang.
B1_4_MUHAMMAD_RIDHO_22161018_5878_2025.pdf
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis betuk peyajian tari Ulu Ambek dan mengkaji makna simbolik adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah pada tari Ulu Ambek di Nagari Tandikek Selatan kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. . Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Wali Nagari, Wali jorong, Seniman Tari Ulu Ambek, penari Ulu Ambek dan teknik yang digunaka adalah teknik sampling snowball. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara dan Dokumentasi. . Teknik keabsahan data antara lain: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamat dan triangulasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bentuk penyajian tari Ulu Ambek dan makna simbolik adat tari Ulu Ambek yaitu: Penari, gerak tari, pola lantai, busana dan tata rias, musik iringan, dan tempat pertunjukan. 1) Bahwa tari Ulu Ambek harus dilakukan oleh laki-laki (pemimpin dalam kaum) sesuai dengan aturan adat yang berlaku dalam Minangkabau. 2) Pada saat penari terkena serangan lawan (buluih), maka penari akan menanggung malu termasuk ninik mamak dan orang sekampung yang kebetulan menyaksikan pertunjukan itu. 3) Terdapat dua pola lantai yaitu garis lurus dan garis lengkung. 4) Pakaian tari Ulu Ambek ini didominasi dengan warna hitam yang terdiri dari destar; celana galembong; baju taluak balango; dan kain sarung. 5) Musik Iringan Tari Ulu Ambek: musik internal (iringan tari dimainkan penari sendiri) dan eksternal (dilakukan oleh orang lain atau datang dari luar tubuh penari). 6) Tempat pertunjukan dipertunjukan di laga-laga (bangunan persegi panjang yang dikonstruksikan dengan lantai, tiang, atap tanpa dinding pembatas area). Serta Makna Simbolik tari Ulu Ambek : 1) Simbol suntiang niniak mamak, pamenan nan mudo – mudo, pakaian dek nan tuo, ganggam arek kapalo mudo (sunting ninik mamak, permainan anak muda, identitas atau jati diri bagi yang tua, berada di bawah kewenangan kapalo mudo). 2) Nilai filosofis dengan makna tertentu yaitu simbol sebagai sikap kesetaraan kedudukan dan kelincahan seorang pendekar, simbol pemberian, dan penerimaan dari seorang guru atau syekh (kapalo mudo) kepada muridnya
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Daryusti, Daryusti UNSPECIFIED Corrector Efi, Agusti UNSPECIFIED Corrector Agustina, Agustina UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | TARI ULU AMBEK, ADAT BASANDI SYARA' SYARA’ BASANDI KITABULLAH |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Fitri Yelli S.Sos |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:00 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:00 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47086 |
