Analisis Karakteristik dan Penentuan Proses Pembentukan Pumice Hasil Letusan Gunung Rawa Danau Menggunakan Metode Kemagnetan Batuan dan Geokimia

Maira, Afifatul (2025) Analisis Karakteristik dan Penentuan Proses Pembentukan Pumice Hasil Letusan Gunung Rawa Danau Menggunakan Metode Kemagnetan Batuan dan Geokimia. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_Afifatul_Maira_2103491_14504_2025.pdf] Text
final_6_Afifatul_Maira_2103491_14504_2025.pdf

Download (5MB)

Abstract

Rawa Danau merupakan kaldera sisa letusan gunung api purba dengan endapan vulkanik melimpah, termasuk pumice. Namun hingga saat ini, informasi mengenai karakteristik dan proses pembentukan pumice di lokasi tersebut masih sangat terbatas. Untuk menjawab permasalahan ini, dilakukan penelitian dengan menerapkan metode kemagnetan batuan dan metode geokimia untuk mengkarakterisasi dan menentukan proses pembentukan batuan pumice (batu apung) hasil letusan Gunung Rawa Danau. Sampel pumice tersebut dianalisis menggunakan pengukuran suseptibilitas magnetik dengan Bartington Magnetic Susceptibility Meter type B (MS2B), histerisis magnetik dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM), serta analisis komposisi kimia dengan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) dan komposisi mineral dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Penelitian ini menerapkan dua metode analisis yang difokuskan pada analisis karakteristik pumice serta penentuan proses pembentukannya. Nilai suseptibilitas magnetik pumice Rawa Danau menujukkan nilai (χfd%) yang sangat rendah (<2%), menandakan hampir tidak adanya mineral magnetik. Hal ini menunjukkan bahwa sifat kemagnetan ferrimagnetik dengan kehadiran butir superparamagnetik yang hampir tidak ada. Analisis kurva histerisis menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) juga menunjukkan bahwa pumice Rawa Danau memiliki domain magnetik pseudo-single domain (PSD) yang menandakan ukuran butir dengan rentang menengah antara single domain (SD) dan multi domain (MD), yaitu sekitar 0,1-10 μm. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa seluruh sampel pumice memiliki klasifikasi batuan Riolit (Rhyolite) dan komposisi magma kalium oksida yang tinggi (High-K Rhyolite) yang mengindikasikan magma asal bersifat sangat kental dan kaya gas. Dari komposisi mineral, pumice Rawa Danau didominasi oleh mineral titanomagnetit dengan sedikit ilmenit, yang menandakan kondisi magma yang panas dan teroksidasi. Berdasarkan karakteristik baik dari kemagnetan batuan dan geokimia, proses pembentukan pumice Rawa Danau diinterpretasikan sebagai hasil dari letusan vulkanik yang sangat eksplosif. Magma riolitik yang kental dan teroksidasi mengalami pembentukan banyak buih karena pelepasan gas terperangkap. Kristal titanomagnetit berperan untuk mempercepat pendinginan buih pada batuan sehingga membekukan struktur pori secara instan dan membentuk pumice. Penelitian ini memberikan bukti kuat mengenai skenario letusan eksplosif dari magma riolitik sebagai asal-usul pumice Rawa Danau.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Hamdi, Hamdi
UNSPECIFIED
Corrector
Pratama, Aditya
UNSPECIFIED
Corrector
Fauzi, Ahmad
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pumice, Rawa Danau, Kemagnetan Batuan, Geokimia, Riolit, Letusan Eksplosif, Titanomagnetit.
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika-S1
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 31 Aug 2026 01:55
Last Modified: 31 Aug 2026 01:56
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47072

Actions (login required)

View Item
View Item