Profil Self Acceptance Siswa yang Mengalami Perceraian Orang Tua

Syahril, Putri Wie (2025) Profil Self Acceptance Siswa yang Mengalami Perceraian Orang Tua. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_5_PUTRI_WIE_SYAHRIL_21006078_ 7401_2025.pdf] Text
final_5_PUTRI_WIE_SYAHRIL_21006078_ 7401_2025.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Barat, yang berdampak signifikan terhadap kehidupan anak-anak, terutama pada aspek emosional, sosial, dan akademik, seperti perasaan sedih, kehilangan, rendahnya motivasi belajar, serta kesulitan membangun kepercayaan diri. Kondisi ini sangat memengaruhi remaja yang berada pada tahap pencarian jati diri, sehingga kemampuan self acceptance menjadi aspek penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self acceptance siswa yang mengalami perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai self acceptance siswa yang mengalami perceraian orang tua. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa sebagai key informan pada siswa kelas VIII dan IX tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Sijunjung, dengan informan tambahan berupa guru BK, wali kelas, dan teman sebaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memastikan validitas dan kredibilitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek mengalami proses self acceptance yang berbeda-beda namun memiliki pola serupa. Proses ini diawali dengan perasaan sedih, kehilangan, dan penolakan terhadap kondisi keluarga, kemudian berlanjut pada tahap penerimaan yang dipengaruhi oleh dukungan sosial, kesadaran diri, dan keterlibatan dalam kegiatan positif. Faktor utama yang memengaruhi self acceptance meliputi dukungan emosional dari orang tua, teman sebaya, dan guru, serta kesadaran terhadap potensi diri. Meskipun beberapa subjek masih memerlukan penguatan pada aspek kepercayaan diri dan konsistensi akademik, secara keseluruhan mereka mampu menunjukkan ketahanan emosional, berpikir positif, dan pandangan diri yang sehat. Temuan ini menegaskan pentingnya peran lingkungan sekolah dan bimbingan konseling dalam mendukung perkembangan self acceptance siswa korban perceraian

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Febriani, Rahmi Dwi
UNSPECIFIED
Corrector
Syukur, Yarmis
UNSPECIFIED
Corrector
Nurfarhanah, Nurfarhanah
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Self Acceptance, Perceraian Orang Tua, Siswa SMP
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling-S1
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 24 Aug 2026 09:12
Last Modified: 24 Aug 2026 09:12
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46863

Actions (login required)

View Item
View Item