Analisis Kekuatan dan Deformasi Rangka Tubular Space Frame Mobil Listrik Megathrust Electric dengan Variasi Dimensi Serta Material Menggunakan Metode Finite Element Analysis (FEA).

Adityo, Adityo (2025) Analisis Kekuatan dan Deformasi Rangka Tubular Space Frame Mobil Listrik Megathrust Electric dengan Variasi Dimensi Serta Material Menggunakan Metode Finite Element Analysis (FEA). Bachelor/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_8_ADITYO_21338003_8301_2025.pdf] Text
final_8_ADITYO_21338003_8301_2025.pdf

Download (9MB)

Abstract

Perkembangan kendaraan listrik menuntut desain rangka yang tidak hanya kokoh, tetapi juga ringan, agar mampu mendukung efisiensi energi dan performa dinamis. Dalam implementasi sebelumnya, rangka mobil listrik Megathrust Electric menggunakan material ASTM A36 dengan dimensi pipa 31 × 2 mm. Material ini cukup kuat, tetapi memiliki massa jenis tinggi sehingga menghasilkan bobot chassis mencapai 32 kg. Berat berlebih tersebut menjadi tantangan signifikan karena berdampak pada peningkatan konsumsi daya, penurunan akselerasi, serta berkurangnya efisiensi jelajah terutama dalam ajang kompetisi seperti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang menekankan efisiensi dan performa dinamis. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini difokuskan pada analisis kekuatan rangka tubular space frame Megathrust Electric dengan material alternatif Aluminium Alloy 6061 dan 6063, serta variasi diameter luar 19,05 mm dan 25,4 mm dengan ketebalan 2,0 mm dan 2,5 mm. Analisis dilakukan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) pada perangkat lunak SolidWorks untuk menilai respon rangka terhadap pembebanan statis dan dinamis, meliputi akselerasi, deselerasi, dan gaya sentrifugal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan aluminium alloy mampu menurunkan bobot rangka secara signifikan, dari 32 kg (ASTM A36) menjadi 7,12–11,46 kg. Aluminium Alloy 6061 terbukti lebih unggul dibandingkan 6063 dengan tegangan Von Mises lebih rendah, deformasi lebih kecil, serta faktor keamanan (Factor of Safety, FOS) lebih tinggi. Konfigurasi pipa 25,4 × 2 mm Aluminium 6061 menghasilkan bobot 9,37 kg dengan FOS ≥ � pada kondisi statis, akselerasi, dan deselerasi, serta FOS 2,246 pada beban sentrifugal. Sementara itu, konfigurasi 25,4 × 2,5 mm memberikan margin keamanan lebih tinggi (FOS 2,939) tetapi menambah bobot hingga 11,46 kg. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi Aluminium Alloy 6061 berdiameter 25,4 mm dengan ketebalan 2 mm merupakan desain optimal yang mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi bobot dan kekuatan struktural. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan rangka mobil listrik kompetisi yang lebih ringan, efisien, dan tetap aman digunakan.

Item Type: Thesis (Bachelor/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Afnison, Wanda
UNSPECIFIED
Corrector
Waskito, Waskito
UNSPECIFIED
Corrector
Sari, Delima Yanti
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: MOBIL LISTRIK, TUBULAR SPACE FRAME, ASTM A36, ALUMINIUM ALLOY, FEA, FAKTOR KEAMANAN
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 13 Aug 2026 07:18
Last Modified: 13 Aug 2026 07:18
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46279

Actions (login required)

View Item
View Item