Yunius, Indah Shalsabilla (2026) Implementasi Pelayanan Ala Carte pada Saat Okupansi Tinggi di Basil Restoran Aston Batam Hotel & Residence. Working Paper. FPP UNP.
4_Indah Shalsabilla Yunius_24135018_2026.pdf
Download (5MB)
Abstract
Pelayanan à la carte merupakan salah satu bentuk pelayanan restoran yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan kualitas pelayanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Di Basil Restaurant Aston Batam Hotel & Residence, pelayanan à la carte pada kondisi operasional normal telah berjalan dengan baik. Namun, pada saat tingkat okupansi hotel tinggi, peningkatan jumlah tamu menyebabkan beban kerja karyawan meningkat sehingga pelaksanaan pelayanan menghadapi berbagai kendala. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kecepatan pelayanan, koordinasi antardepartemen, serta kualitas interaksi antara pramusaji dan tamu. Oleh karena itu, studi kasus ini dilakukan untuk mengkaji kendala yang terjadi dalam implementasi pelayanan à la carte pada saat okupansi tinggi di Basil Restaurant Aston Batam Hotel & Residence. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan à la carte selama periode okupansi tinggi, menganalisis penyebab terjadinya kendala tersebut, serta memberikan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan di Basil Restaurant. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini meliputi observasi langsung selama pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri, wawancara dengan supervisor dan pramusaji (waiter/waitress), serta dokumentasi terhadap aktivitas operasional restoran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pelayanan yang terjadi di lapangan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kendala utama dalam implementasi pelayanan à la carte pada saat okupansi tinggi meliputi meningkatnya waktu tunggu penyajian makanan dan minuman, tingginya beban kerja pramusaji, terbatasnya jumlah tenaga kerja pada jam-jam sibuk, serta koordinasi yang lebih kompleks antara bagian pelayanan dan dapur. Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan kepada tamu cenderung lebih berfokus pada penyelesaian operasional dibandingkan pemberian pelayanan yang bersifat personal. Meskipun demikian, penerapan SOP tetap diupayakan melalui kerja sama tim dan komunikasi yang baik antarbagian sehingga kualitas pelayanan tetap dapat dipertahankan. Berdasarkan hasil studi kasus, disarankan agar pihak hotel melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja pada periode okupansi tinggi, meningkatkan koordinasi melalui briefing sebelum operasional, serta memberikan pelatihan secara berkala mengenai manajemen pelayanan pada kondisi restoran yang sibuk. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan kualitas pelayanan à la carte dan meningkatkan kepuasan tamu meskipun jumlah pengunjung mengalami peningkatan.
| Item Type: | Monograph (Working Paper) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Azwar, Hendri UNSPECIFIED |
| Subjects: | Hospitality > Hoaspitality Management |
| Divisions: | Fakultas Pariwisata dan Perhotelan > Manajemen Perhotelan-D4 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:46 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:46 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45958 |
