Muthahari, Muhammad Fadhli (2026) Analisis Penerapan Standar Kebersihan Make Up Room oleh Room Attendant dalam Menjaga Barang Milik Tamu di Harper Premier Nagoya-Batam. Working Paper. FPP UNP.
4_M Fadhli Muthahari _24135225_2026.pdf
Download (2MB)
Abstract
Kebersihan kamar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kenyamanan dan kepuasan tamu selama menginap di hotel. Dalam pelaksanaannya, Room Attendant bertanggung jawab menerapkan standar kebersihan make up room sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Salah satu tahapan dalam proses tersebut adalah take out trash, yaitu membuang sampah yang terdapat di dalam kamar tamu. Namun, dalam praktiknya masih dapat terjadi kesalahan, seperti terbuangnya nota belanja milik tamu yang masih memiliki nilai penting. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dan kepatuhan terhadap SOP agar proses pembersihan kamar tidak hanya menghasilkan kamar yang bersih, tetapi juga mampu menjaga keamanan barang milik tamu. Laporan studi kasus ini mengkaji penerapan standar kebersihan make up room oleh Room Attendant di Harper Premier Nagoya Batam. Tujuan Studi Kasus: Laporan studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan standar kebersihan make up room oleh Room Attendant, menganalisis penyebab terbuangnya nota belanja tamu pada proses take out trash, serta memberikan solusi dan rekomendasi perbaikan untuk mencegah terulangnya kasus serupa.. Metode Pengumpulan Data: Data diperoleh melalui observasi langsung selama Praktik Lapangan Industri (PLI), wawancara dengan Room Attendant dan Supervisor Housekeeping, serta dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan make up room di Harper Premier Nagoya Batam.. Hasil Utama: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan standar kebersihan make up room telah dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku. Namun, pada proses take out trash ditemukan kasus terbuangnya nota belanja milik tamu karena dianggap sebagai sampah. Kejadian tersebut disebabkan oleh kurangnya ketelitian petugas dalam memeriksa isi tempat sampah sebelum dibuang. Meskipun permasalahan dapat diselesaikan melalui pencetakan ulang nota oleh tamu, kejadian ini menunjukkan pentingnya peningkatan ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan Room Attendant. Implikasi atau Rekomendasi Harper Premier Nagoya Batam disarankan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan SOP make up room, memperkuat briefing operasional, meningkatkan ketelitian Room Attendant, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan tamu apabila ditemukan barang atau dokumen yang masih diragukan statusnya sebagai sampah. Dengan demikian, kualitas pelayanan Housekeeping Department dapat terus ditingkatkan sekaligus meminimalkan risiko terulangnya kasus serupa.
| Item Type: | Monograph (Working Paper) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Waryono, Waryono UNSPECIFIED |
| Subjects: | Hospitality > Hoaspitality Management |
| Divisions: | Fakultas Pariwisata dan Perhotelan > Manajemen Perhotelan-D4 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 03:20 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 03:20 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45945 |
