Makna Pakaian Pengantin Wanita Tradisional Pariaman di Kota Pariaman

Balqis, Elisa (2018) Makna Pakaian Pengantin Wanita Tradisional Pariaman di Kota Pariaman. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of B1_01_ELISA_BALQIS_1302834_4727_2018.pdf] Text
B1_01_ELISA_BALQIS_1302834_4727_2018.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran makna yang terkandung di dalam pakaian adat tradisional yang disebabkan oleh budaya baru yang masuk terutama dari segi makna pakaian pengantin wanita tradisional Pariaman di Kota Pariaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagian-bagian dan makna pakaian pengantin wanita tradisional Pariaman di Kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Objek dari penelitian ini adalah makna pakaian pengantin wanita tradisional Pariaman di Kota Pariaman. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini yaitu LKAAM, Bundo Kanduang, Perias Pengantin, Pemilik Pelaminan, dan Pengerajin Suntiang. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang dilakukan yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian pakaian pengantin wanita tradisional Pariaman terdiri dari baju kuruang basiba terbuat dari bahan saten berwarna merah dengan hiasan sulam benang emas dan sulam kepala peniti, makna yang terkandung pada baju melambangkan sabar, berjiwa besar, dan tidak mudah emosi. Tokah berbentuk selendang panjang yang dililitkan pada dada pengantin, terbuat dari bahan saten berwarna hijau, tokah melambangkan wanita harus bisa adil sebagai istri dan ibu nantinya. Kain balapak merupakan songket dari Pandai Sikek berwarna merah, makna yang terkandung adalah harus bijaksana dalam mengambil keputusan, tidak boleh terburu-buru. Suntiang gadang terbuat dari tembaga yang disepuh emas, suntiang gadang melambangkan tanda peralihan seorang wanita dari masa lajang menjadi seorang istri, yang akan memiliki tanggungjawab baru, dan memakai selop kolom berwarna merah dengan hiasan sulam benang emas dan sulam kepala peniti, yang tertutup pada bagian depannya, selop kolom memiliki makna seorang wanita minang harus lemah lembut dalam setiap melangkah dan berani dalam mengambil keputusan . Untuk perhiasan memakai kaluang, bermakna wanita selalu dalam lingkaran kebenaran, selanjutnya memakai galang, yang melambangkan agar pengantin wanita dapat menyimpan segala rahasia rumah tangga serta menggunakan anting, dan cincin sebagai menambah keindahan pada pengantin wanita.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Nazar, Emawati
UNSPECIFIED
Corrector
Nelmira, Weni
UNSPECIFIED
Corrector
Efi, Agusti
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: PAKAIAN PENGANTIN WANITA TRADISIONAL PARIAMAN
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Fakultas Pariwisata dan Perhotelan > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:03
Last Modified: 05 Aug 2026 02:03
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45782

Actions (login required)

View Item
View Item