Tradisi Manjanguak Mantah dan Manjanguak Masak dalam Upacara Kematian (Studi di Nagari Lunto Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto)

Fitri, Afridos (2016) Tradisi Manjanguak Mantah dan Manjanguak Masak dalam Upacara Kematian (Studi di Nagari Lunto Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto). Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_3_AFRIDOS_FITRI_1106590_359_2016.pdf] Text
final_B1_3_AFRIDOS_FITRI_1106590_359_2016.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat yang keberatan dengan
adanya tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak dalam upacara
kematian. Dalam hal ini kedudukan ekonomi masyarakat di Nagari Lunto tidak
sesuai dengan tradisi yang sudah diterapkan. Oleh sebab itu penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi manjanguak mantah dan
manjanguak masak, mengungkapkan makna yang terkandung dalam manjanguak
mantah dan manjanguak masak serta mengetahui tanggapan masyarakat terhadap
tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak yang sudah ada sejak dahulu.
Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini
dilakukan di Nagari Lunto Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto.
Pemilihan informan dengan teknik snowball sampling dan purposive sampling.
Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan melalui
observasi dan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik
analisis data melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan
dan Verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manjanguak mantah dan
manjanguak masak adalah rangkaian upacara kematian yang dilakukan pada
manujuah hari ( 7 ), manduo kali tujuah (14 hari), ma ampek puluah hari (40
hari), dan manyaratuih hari (100 hari) setelah kematian. Proses pelaksanaan
tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak dilakukan pada hari ke-14
setelah kematian. Tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak memiliki
makna yaitu untuk menjalin tali silaturrahmi supaya tidak terputus, sebagai ajang
memberi dan menerima antara satu sama lain, dan tolong menolong sesama
makhluk sosial. Adanya tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak
menyebabkan tingginya rasa kebersamaan dan tolong menolong antar masyarakat
dan tidak ada lagi perbedaan dalam masyarakat sehingga menyebabkan tradisi ini
tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Nagari Lunto.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Nurman, Nurman
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Isnarmi, Isnarmi
UNSPECIFIED
Corrector
Aina, Aina
UNSPECIFIED
Corrector
Muchtar, Henni
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan-S1
Depositing User: Ridha Prima Adri S.Sos
Date Deposited: 03 Jul 2026 02:06
Last Modified: 03 Jul 2026 02:06
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44944

Actions (login required)

View Item
View Item