Ikrami, Riskami Wal (2021) Pembagian Kerja secara Seksual dan Dampaknya terhadap Ketahanan Keluarga Petani Mandailing: Studi di Jorong Lubuk Gobing. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_03_RISKAMI_WAL_IKRAMI_17052079_3437_2021.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pembagian kerja secara seksual dalam bingkai ketidakadilan gender yang terjadi pada keluarga petani Mandailing di Jorong Lubuk Gobing Nagari Batahan serta dampaknya terhadap ketahanan keluarga. Pembagian kerja secara seksual membicarakan tentang siapa yang mengerjakan apa dalam tiga ranah pekerjaan yaitu ranah produktif, reproduktif dan ranah sosial. Sejauh ini pembagian kerja secara seksual mengakibatkan beban lebih berat kepada perempuan karena mereka tidak hanya terlibat dalam peran reproduktif, tetapi juga dalam peran produktif dan peran sosial. Hal itulah yang terjadi pada keluarga petani Mandailing di Jorong Lubuk Gobing Nagari Batahan, bahwa terdapat pembagian kerja secara seksual yang tidak adil dan berdampak pada ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deksriptif terhadap tujuh keluarga petani Mandailing, dan informan lainnya yaitu tetangga keluarga tersebut, anak, tokoh masyarakat, dan pemuda. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Kemudian demi keabsahan data yang diperoleh dilakukan pengujian data triangulasi teknik dan sumber. Data yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan model analisis Miles dan Hubermen yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam keluarga petani Mandailing di Jorong Lubuk Gobing terdapat tiga jenis pembagian kerja secara seksual, yaitu (1) peran produktif melibatkan laki-laki dan perempuan serta memposisikan perempuan sebagai pemegang tanggung jawab dalam urusan pertanian dan laki-laki bekerja halhal yang berat dan membutuhkan keahlian khusus dengan jam kerja yang sama,namun penghasilan berbeda. (2) peran reproduktif yang memposisikan perempuan sebagai penanggung jawab utama pekerjaan rumah tangga bahwa mereka mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga, namun laki-laki tidak terlibat sama sekali. (3) dalam peran sosial kemasyarakatan suami istri memiliki peran masing-masing yang lebih fleksibel dan kolaboratif. Meskipun demikian, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan ada kecenderungan laki-laki diposisikan lebih tinggi daripada perempuan. Dampak pembagian kerja secara seksual ditemukan dalam tiga aspek yaitu (1) ketahanan fisik,di mana keluarga secara positif mampu memenuhi kebutuhan papan dan pangan, akan tetapi pemeliharaan dan pendidikan anak menjadi terganggu akibat adanya pembagian kerja yang demikian. (2) ketahanan sosial, terlihat bahwa keluarga cenderung memiliki komunikasi yang kurang intens dan tergerusnya nilai-nilai spiritual dan sosial dalam keluarga. (3) ketahanan psikologis menunjukkan bahwa terdapat tekanan dan kekerasan yang terjadi kepada perempuan, yakni berupa kekerasan verbal, psikologis, dan ekonomi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perempuan dalam keluarga petani Mandailing di Lubuk Gobing menjalankan beban kerja ganda, berkontribusi dalam ekonomi rumah tangga dan kegiatan sosial, dan bertanggung jawab penuh dalam pekerjaan rumah tangga. Beban kerja ini semakin berat dirasakan perempuan karena secara ekonomi mereka adalah keluarga miskin, dan nilai-nilai patriarki masih relatif kuat di dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Fatmariza, Fatmariza UNSPECIFIED Corrector Rafni, Al UNSPECIFIED Corrector Irwan, Irwan UNSPECIFIED |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan-S1 |
| Depositing User: | Sri Yulianti S.IP |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:08 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:09 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44809 |
