Relokasi Hiposenter Gempabumi Sumatera Barat Menggunakan Metode Double Difference (DD)

Dari, Anggina Wulan (2016) Relokasi Hiposenter Gempabumi Sumatera Barat Menggunakan Metode Double Difference (DD). Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_6_ANGGINA_WULAN_DARI_1201454_3555_2016.pdf] Text
final_B1_6_ANGGINA_WULAN_DARI_1201454_3555_2016.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sumatera Barat berada pada zona subduksi aktif antara lempeng Indo- Australia dengan Lempeng Eurasia dan berada di sepanjang patahan Sumatera sehingga Sumatera Barat rawan gempabumi. Salah satu cara untuk memahami kondisi tektonik wilayah ini dengan cara merelokasi hiposenter gempabumi. Penentuan hiposenter yang dihasilkan oleh BMKG masih memiliki kelemahan akibat sistem program analisa yang digunakan. Kedalaman minimal 10 km (fixed depth) dengan model kecepatan gelombang P yang digunakan masih kurang sesuai dengan kondisi tektonik Sumatera Barat yang sebenarnya. Sehingga penulis melakukan penelitian untuk menentukan kembali hiposenter yang sudah didapatkan dari data sebelumnya. Data yang digunakan untuk merelokasi hiposenter adalah data katalog gempabumi BMKG pada sistem analisa SeisComP periode 1 Mei 2009 sampai 30 November 2015. Metoda Double Difference digunakan pada program hypoDD dengan memakai model kecepatan gelombang AK135 dan Madlazim. Metoda Double Difference menggunakan data waktu tempuh relatif antar dua hiposenter yang berdekatan dimana residu waktu tempuh adalah waktu tempuh (arrival time) hasil observasi dikurangi waktu tempuh perhitungan. Sehingga kesalahan model kecepatan dapat diminimalkan tanpa menggunakan koreksi stasiun. Hasil relokasi hiposenter menunjukkan gempabumi di Sumatera Barat berkaitan dengan sesar Sumatera, proses subduksi dan sesar Mentawai. Data yang terelokasi sebanyak 1181 dari 1622 data. Berdasarkan kedalamannya diperoleh persentase data yang terelokasi untuk gempa dangkal 79.3%, gempa menengah 45% dan gempa dalam 0%. Ini diakibatkan semakin dalam lapisan maka semakin tinggi kecepatan gelombang P, sehingga struktur penyusun lapisan akan semakin kompleks. Selain itu kedalaman gempa dibawah 10 km (fix depth) setelah relokasi memiliki variasi kedalaman yang berbeda. Gempabumi sebelum relokasi tersebar sehingga garis kecenderungannya (trendline) tidak dapat menunjukkan pola yang sesuai dengan patahan utamanya. Setelah direlokasi kelompok (cluster) berkumpul membentuk kelompok pada satu trend bidang rekah atau struktur yang sama dan distribusi gempabumi tergambarkan dengan jelas. Berdasarkan uji validasi didapat nilai RMS setelah relokasi berkisar antara 0-1.5 dan nilai RMS sebelum relokasi berkisar antara 0-5.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Syafriani, Syafriani
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Sabarani, Andiyansyah Z
UNSPECIFIED
Corrector
Mahrizal, Mahrizal
UNSPECIFIED
Corrector
Fauzi, Ahmad
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: METODE DOUBLE DIFFERENCE (DD)
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika-S1
Depositing User: Arlianis Arlianis S.IP
Date Deposited: 26 Jun 2026 09:25
Last Modified: 26 Jun 2026 09:25
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44719

Actions (login required)

View Item
View Item