Yanti, Yosi Rahma (2017) Konstruksi Sosial Budaya Khitan Perempuan: Studi Kasus di Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_03_YOSI_RAHMA_YANTI_1302220_4463_2017.pdf
Download (4MB)
Abstract
Fokus masalah penelitian ini adalah khitan, khitan merupakan tradisi turun menurun yang dipertahankan masyarakat setempat sampai saat sekarang ini. Biasanya khitan pada laki-laki dilakukan setelah dia mampu mengucapkan kalimat syahadat dan dikhitankan oleh dukun, bidan, dokter, dan ahli medis lainnya. Sedangkan perempuan dikhitan pada saat proses penindikan telinga bayi. Hal yang menarik dalam kajian ini adalah pemikiran dan kebiasaan khitan pada perempuan sudah terbangun dan sudah menjadi suatu keharusan dalam masyarakat Nagari Lasi. Masyarakat Nagari Lasi tetap mempertahankan tradisi khitan walaupun ada beberapa problematika terkait khitan perempuan ini, dimana khitan perempuan ini tidak wajib secara agama dan tidak memberi manfaat kesehatan bagi perempuan bahkan cendrung menimbulkan resiko kemandulan bagi perempuan. walaupun begitu masyarakat Nagari Lasi tetap melaksanakan khitan perempuan, bahkan khitan yang dilakukan di Nagari Lasi ini tidak hanya dilakukan oleh bayi yang berumur 30-40 hari, namun juga orang tua yang berumur 70-75 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial budaya khitan perempuan di Nagari lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori konstruksi kenyataan sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah masyarakat yang berada di Nagari Lasi dengan menggunakan teknik pemilihan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui langkah-langkah yaitu: mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan dilapangan menunjukan bahwa ada beberapa konstruksi masyarakat Nagari Lasi yang mengharuskan khitan perempuan yaitu: Khitan adalah suatu ajaran yang dianjurkan oleh agama, khitan merupakan kewajiban sosial setiap orang tua, khitan adalah budaya yang harus dilestarikan, dan khitan adalah salah satu cara memelihara kesehatan di kalangan perempuan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Erianjoni, Erianjoni UNSPECIFIED Thesis advisor Hasmira, Mira Hasti UNSPECIFIED Corrector Ikhwan, Ikhwan UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | konstruksi sosial budaya, khitan perempuan |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 08:59 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 08:59 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44633 |
