Saputra, Asep Jeri (2014) Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Pelatihan Industri dengan Metode Pembelajaran Langsung Diklat Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik di SMKN 1 Padang. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_3_ASEP_JERI_SAPUTRA_13727_410_2014.pdf
Download (6MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangibanyaknya hasil belajar psikomotor pada pembelajaran mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik(MSPEM) yang masih belum mencapai KKM. Terlihat dari ketuntasan hasil belajar siswa kelas XI TITL-A yang berjumlah 24 orang yang tuntas hanya 41,66% dan tidak tuntas 58,33% sedangkan siswa kelas XI TITL-B yang berjumlah 22 orang yang tuntas hanya 36,36% dan tidak tuntas 63,63%. Faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa salah satunya adalah metode pembelajaran. Hasil dari wawancara dengan guru yang mengajar mata diklat MSPEM bahwa dalam proses pembelajaran guru tersebut menggunakan metode pembelajaran langsung, dimana metode ini masih memiliki kekurangan dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa adalah pembelajaran pembelajaran pelatihan industri. Dalam pembelajaran pelatihan industri, peserta didik terdorong lebih aktif dalam belajar. Siswa dilatih belajar dengan metode pembelajaran industri yang terdiri dari tahap persiapan, tahap peragaan, tahap peniruan, tahap praktik, dan tahap evaluasi.Berdasarkan kenyataan tersebut perlu dilakukan penelitian tentang perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran pelatihan industri dangan metode pembelajaran langsung pada mata diklat MSPEM di SMK Negeri 1 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis quasi eksperimen, dengan subjek penelitian siswa kelas XI TITL SMK Negeri1 Padang. Penentuan kelas dilakukan secara acak dari kelas yang sudah ada, yakni terpilih XI TITL-A yang berjumlah 31 orang sebagai kelas eksperimen dan XI TITL-B yang berjumlah 27 orang sebagai kelas kontrol. Untuk melihat kemampuan awal siswa dilakukan analisis rata-rata hasil belajar. Penentuan kelas secara acak dapat dilakukan karena rata-rata hasil belajar siswa kelas XI TITL tidak berbeda secara signifikan, yang berarti siswa memiliki kemampuan awal yang sama. Hasil penelitian terlihat dari hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran pelatihan industri memiliki rata-rata nilai 83,451 dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran langsungmemiliki rata-rata- nilai 76,11. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran pelatihan industri dangan metode pembelajaran langsung pada mata diklat MSPEM di SMK Negeri 1 Padang.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email UNSPECIFIED Usmeldi, Usmeldi UNSPECIFIED UNSPECIFIED Sahibuddin, Azwir UNSPECIFIED UNSPECIFIED Pulungan, Ali Basrah UNSPECIFIED UNSPECIFIED Hastuti, Hastuti UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | HASIL BELAJAR SISWA, INDUSTRI, MENGOPERASIKAN PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Elektro-S1 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:30 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:30 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44460 |
