Analisis Kestabilan Lereng Studi Kasus Kelongsoran Ruas Jalan Mandeh-Sungai Nyalo Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan

Sahmijar, Sahmijar (2019) Analisis Kestabilan Lereng Studi Kasus Kelongsoran Ruas Jalan Mandeh-Sungai Nyalo Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_B1_11_SAHMIJAR_1306467_1640_2019.pdf] Text
final_B1_11_SAHMIJAR_1306467_1640_2019.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya adalah Kawasan Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, yang merupakan salah satu Destinasi Utama Pariwisata Kabupaten (DUPK). Untuk mendukung hal tersebut pemerintah telah berupaya membangun jalan, yang merupakan penunjang utama untuk menuju area wisata Mandeh. Saat ini pemerintah sedang membangun jalan dan masih dalam tahap pengerjaan dengan rute Teluk Kabung - Sungai Pisang - Sungai Nyalo - Mandeh. Dari hasil observasi, penulis mendapatkan beberapa titik lereng jalan yang rawan longsor, yang dikhawatirkan mengakibatkan penutupan ruas jalan Sungai Nyalo - Mandeh khususnya pada titik koordinat 01012'33,7”S – 100025’38,6”E, yang dapat menyebabkan kerugian akibat rusaknya jalan karena tertimbun material longsor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain lereng yang aman, menggunakan metode bishop dan dibantu dengan aplikasi Geostudio. Parameter sifat fisik (bobot isi, berat jenis, kadar air) dan mekanik (kohesi dan sudut geser dalam), disusun dalam rancangan lereng ini. Analisis lereng aman didasarkan oleh nilai faktor keamanan (FK), menurut Bowles dengan FK>1,25. penelitian dilakukan dengan analisis laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian sampel di laboratorium, terdapat 2 lapisan yang berbeda, lapisan 1 dengan nilai sudut geser dalam 21,80 menunjukan tanah berupa lempung dan pada lapisan 2 dengan nilai sudut geser dalam 31,660 menunjukan tanah berupa lempung berpasir. Hasil perhitungan FK dengan Geostudio dalam keadaan tanah natural didapatkan FK 1,388 yang berarti lereng aman dan pada saat jenuh didapatkan FK 1,046 yang berarti lereng dalam keadaan kritis. Rekomendasi untuk desain lereng aman menggunakan metode pengurangan kemiringan lereng dengan jenjang yang terdiri dari empat jenjang, yaitu pada jenjang bagian atas ketinggian 5m dan kemiringan 450, pada jenjang kedua ketinggian 4m dan kemiringan 450, pada jenjang ketiga ketinggian 5m dan kemiringan 450, dan pada jenjang terakhir ketinggian 5m dan kemiringan 450. Hasil analisis tanah overall slope didapatkan FK = 1,288, berdasarkan Bowles (2000) FK ini tergolong aman.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Heriyadi, Bambang
UNSPECIFIED
Corrector
Anaperta, Yoszi Mingsi
UNSPECIFIED
Corrector
Yulhendra, Dedi
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: LONGSOR, KADAR AIR, FAKTOR KEAMANAN (FK), KOHESI, SUDUT GESER DALAM
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 03 Jun 2026 03:26
Last Modified: 03 Jun 2026 03:26
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43344

Actions (login required)

View Item
View Item