Sestiana, Rizka (2019) Perencanaan Sistem Ventilasi Tambang Batubara Bawah Tanah Pada Seam C2 di PT. Nusa Alam Lestari, Desa Salak, Sapaan Dalam Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri padang.
final_B1_11_RIZKA_SESTIANA_1302677_1783_2019.pdf
Download (2MB)
Abstract
PT. Nusa Alam Lestari merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang berlokasi di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Nusa Alam Lestari awalnya dilakukan dengan tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Namun sejak tahun 2011 tidak lagi dilakukan tambang terbuka dikarenakan tidak ekonomisnya penambangan batubara (SR semakin tinggi). Sehingga saat ini penambangan hanya dilakukan dengan tambang bawah tanah. Dengan metode penambangan room and pillar. PT. Nusa Alam Lestari memiliki beberapa seam cadangan batubara diantaranya pada seam C1 yang masa tambangnya berakhir pada Desember 2017 lalu, karena hal itu maka dilanjutkan dengan penambangan seam C2.Adapun sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hisap (exhaus system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hisap diikuti dengan pemasangan blower hembus, sehingga udara kotor segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu lubang di hisap keluar melalui lubang ventilasi kemudian berganti dengan udara bersih yang masuk melalui lubang yang lainnya. karena Seam C1 terletak diatas permukaan seam C2 maka jumlah emisi gas metan pada seam C2 akan semakin tinggi. Dengan perolehan jumlah emisi gas metan pada seam C1 maka diperlukan udara untuk menetralkannya. Dengan rincian, pada seam C2 A membutuhkan udara sebesar 698.5152 m3/s pada Seam C2 B membutuhkan udara sebanyak 686,6264 m3/s, sedangkan udara yang dibutuhkan untuk menetralisir gas metan yang timbul pada seam C1 adalah 5960,6289 m3/s. Maka jumlah udara total yang dibutuhkan utuk lubang Seam C2 adalah sebanyak 7345.7705 m3/s.Jumlah blower yang Dipergunakan untuk mendukung 13 panel yang akan dilakukan development dan 53 crosscut maka diperlukan kontrol ventilasi dengan pemasangan 13 blower bantu pada setiap panel dengan diameter 20 “ (37 KW), Dan untuk mengeluakan udara kotor keluar maka akan dilakukan pemasangan 6 main fan blower Hisap berdiameter 32” (75 KW). Pemodelan sistem ventilasi menggunakan Ventsim visual 3 dan menghasilkan model sistem ventilasi 3D
| Item Type: | Thesis (Diploma/Tugas Akhir) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Heriyadi, Bambang UNSPECIFIED Corrector Prabowo, Heri UNSPECIFIED UNSPECIFIED Sumarya, Sumarya UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | BLOWER, VENTILASI, UDARA, PEMODELAN SISTEM VENTILASI |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-D3 |
| Depositing User: | Fitri Yelli S.Sos |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 00:58 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 00:58 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43311 |
