Analisis Owning and Operating cost pada ADT Volvo A40f dan RDT Terex NHL 50 terhadap Jarak Tempuh dan Gradient Jalan di Lokasi Penambangan Pit Void PT. Pipit Mutira Jaya Site Bebatu, Desa Bebatu Kebun, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara

Jagad, Gema Azandi (2018) Analisis Owning and Operating cost pada ADT Volvo A40f dan RDT Terex NHL 50 terhadap Jarak Tempuh dan Gradient Jalan di Lokasi Penambangan Pit Void PT. Pipit Mutira Jaya Site Bebatu, Desa Bebatu Kebun, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Bachelor/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_11_GEMA_AZANDI_JAGAD_1202070_1982_2018.pdf] Text
final_B1_11_GEMA_AZANDI_JAGAD_1202070_1982_2018.pdf

Download (1MB)

Abstract

PT. Pipit Mutiara Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Terletak di Desa Bebatu Kebun, Kecamatan Sesayap Hillir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Sistem penambangan dengan menggunakan moteda tambang terbuka. Pada panambangan overburdent di pit Void, PT. Pipit Mutiara Jaya menggunakan dua merk alat angkut yaitu RDT Terex NHL 50 dan ADT Volvo A40F. Pada kegiatan penambangan jarak tempuh dan gradient jalan sangat berpengaruh terhadap produtivitas dan biaya alat angkut, namun perusahaan belum mengetahui alat angkut yang lebih efektif dan menguntungkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis owning and operating cost pada alat angkut ADT Volvo 40f dan RDT Terex NHL 50 terhadap jarak tempuh dan gradient jalan. Pada pit void terdapat 4 fleet penambangan, jarak tempuh masing-masing fleet dari loading poin ke dumping poin pada fleet 1 dengan jarak 886 meter, fleet 2 746 meter, fleet 3 913 dan fleet 4 642 serta gradient pada masing-masing fleet, pada fleet 1 dengan gredient 6%, 1%, 2%, dan 6 %, pada fleet 2 5%, 1%, 2% dan 5%, pada fleet 3 1%, 1%, 2% dan 7%, dan pada fleet 4 0%, 1%, 2% dan 0%. Dari hasil owning and operating cost dan produktivitas yang diperoleh, kemudian owning and operating cost dibagi dengan produktivitas untuk memperoleh biaya produksi untuk menentukan alat angkut mana yang lebih efektif dan menguntungkan. Dan diketahui biaya produksi masing-masing fleet secara berurutan dari alat angkut ADT Volvo A40F adalah US$ 0,763 /BCM, US$ 0,662 /BCM, US$ 0,754 /BCM dan US$ 0,752 /BCM dan untuk alat angkut RDT Terex NHL 50 adalah US$ 0,810 /BCM, US$ 0,681 /BCM, US$ 0,76 /BCM dan US$ 0,566 /BCM. Berdasarkan hasil yang diperoleh, Alat angkut yang lebih efektif terhadap owning and operating cost dan produksi berdasarkan jarak tempuh dan gradient jalan adalah ADT Volvo A40f pada saat gradient dan jarak tempuh yang relatif tinggi, dan untuk jarak tempuh dan gradient jalan reletif rendah atau datar adalah RDT Terex NHL TR50

Item Type: Thesis (Bachelor/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Sumarya, Sumarya
UNSPECIFIED
Corrector
Murad, Murad
UNSPECIFIED
Corrector
Prabowo, Heri
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Jarak Tempuh, Gredient Jalan, Owning Cost, Operating Cost, Produktivitas, Biaya Produksi
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 25 May 2026 08:58
Last Modified: 25 May 2026 08:59
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43182

Actions (login required)

View Item
View Item