Nofrianti, Nofrianti (2012) Deiksis Bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_NOFRIANTI_85844_1529_2012.pdf
Download (541kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna deiksis bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Data penelitian ini adalah tuturan yang digunakan oleh masyarakat Kenagarian Parit. Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik sadap. Teknik sadap disebut sebagai teknik dasar dalam metode simak. Penulis mendapatkan data dengan menyadap penggunaan bahasa seseorang yang menjadi informan. Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan, diidentifikasikan, diklasifikasikan, diinterprestasikan. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa terdapat 44 bentuk deiksis bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dalam konteks kekeluargaan yang terbagi kepada 20 bentuk deiksis persona, 12 bentuk deiksis ruang/tempat, dan 12 bentuk deiksis waktu. Bentuk deiksis persona kategori orang pertama dalam bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat yaitu, ambo ‘saya’, gami ‘kami’, gito ‘kita’. Deiksis persona kategori orang kedua adalah gau ‘kamu (perempuan), waang ‘kamu (laki-laki), golien ‘kalian’. Deiksis persona kategori orang ketiga adalah inyo ‘dia’, nyo ‘nya’, dan uyang du ‘mereka’. Deiksis kategori orang kedua dan orang ketiga adalah nenek ‘nenek’, ongku ‘kakek’, abang ‘kakak (laki-laki), uni ‘kakak (perempuan), mamak ‘paman’, uci ‘bibi’, bunde ‘bibi’, mak tuo ‘bibi’, ayah tuo ‘paman’, umak ‘orang tua perempuan, ayah ‘orang tua laki-laki. Deiksis ruang dalam bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat terdapat 12 bentuk, yaitu ateh ‘atas’, bawah ‘bawah’, ilie ‘hilir’, mudiek ‘hulu’, dalom ‘dalam’, lua ‘luar, muko ‘depan’, bolakang ‘belakang’, kida ‘kiri’, kanen ‘kanan’, dan komai ‘kemari’. Deiksis waktu dalam bahasa Melayu di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat terdapat 12 bentuk deiksis, yaitu kinin ‘sekarang’, cako ‘tadi’, beko ‘nanti’, bontago ‘barusan/sebentar ini’, bontalai ‘sebentar lagi’, besuok ‘besok’, den besuok ‘besok lusa’, potang ‘kemaren’, nongko ‘dahulu’, minggu besuok ‘minggu depan’, bulen besuok ‘bulan depan’, dan taun beuok ‘tahun depan’.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Manaf, Ngusman Abdul UNSPECIFIED Thesis advisor Nasution, Bakhtaruddin UNSPECIFIED Corrector Arief, Ermawati UNSPECIFIED Corrector Amir, Amril UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | DEIKSIS BAHASA MELAYU |
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Arlianis Arlianis S.IP |
| Date Deposited: | 25 May 2026 08:47 |
| Last Modified: | 25 May 2026 08:49 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43160 |
