Analisis Kestabilan Lereng untuk Sistem Penambangan Overburden(Soil) di Area IUP 412 Ha Bukit Tajarang Indarung PT. Semen Padang Sumatera Barat

Saputri, Oktaviana (2018) Analisis Kestabilan Lereng untuk Sistem Penambangan Overburden(Soil) di Area IUP 412 Ha Bukit Tajarang Indarung PT. Semen Padang Sumatera Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_B1_11_OKTAVIANA_SAPUTRI_1306464_318_2018.pdf] Text
final_B1_11_OKTAVIANA_SAPUTRI_1306464_318_2018.pdf

Download (817kB)

Abstract

Sehubungan dengan sistem penambangan pada lereng overburden (soil) diarea 412 Bukit Tajarang, maka perlu dilakukan kajian geoteknik untuk menilai apakah penambangan masih memungkinkan untuk dilanjutkan pada saat kondisi normal dan mengetahui seberapa besar batasan FK minimum lereng pada kondisi jenuh yang harus ditinggalkan oleh perusahaan, dan kembali produksi setelah lereng runtuh akibat stabilitas lereng saat hujan, yang mana akan digali oleh alat berat excavator. Sebagai upaya mendapatkan nilai faktor keamanan yang aman yaitu (FK>1.3) pada kondisi kering, dilakukan kajian analisis kestabilan pada dinding lereng daerah soil dengan kondisi lereng dalam keadaan stabil setelah dilakukan proses penambangan lanjutan. Kestabilan lereng pada pembahasan ini dianalisis menggunakan metode kesetimbangan batas BishopSimplied. Analisis kestabilan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi longsoran kedepan yang akan terjadi jika masih tetap dilakukan aktifitas penambangan pada area 412 Ha. Parameter properties materialakan digunakan sebagai data masukan untuk pengoptimalan kestabilan lereng yang berpotensi terjadinya longsor. Sebagai hasil pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal berikut.Pertama, material pada lokasi penelitian tergolong sebagai material lunak, lemah, atau rapuh, sehingga bentuk longsoran yang terjadi adalah longsoran busur.Material juga dapat digali tanpa menggunakan peledakan. Kedua, parameter properties material yang berpotensi longsor yaitu soil: Berat isi tanah pada koordinat A, B, dan C adalah ()= 1.33gram/cm2, 2.02gram/cm3, dan 2.04gram/cm3. Berat isi kering adalah (d)= 1.104gram/cm3, 1.418gram/cm2 dan 1.552gram/cm2. Kohesi adalah (c)= 53.497 KN/m2, 50.300 KN/m2, 69.296 KN/m2. Dan Sudut geser dalam adalah (ϕ)= 25.01˚, 20.97˚ dan 17.57˚. Analisis lereng tunggal secara keseluruhan pada koordinat A dengan ketinggian 14 meter dan sudut 43˚, B dengan ketinggian 21 dan sudut 78˚, C dengan ketinggian 28˚ dan sudut 78˚. Hasil dari analisis nilai actual lerengyang dilakukan didapatkan nilai faktor keamanan pada koordinat A, B dan C dengan nilai FK dalam kondisi jenuh, setengah jenuh , dan kering adalah 1.732, Setengah jenuh 2.378 dan kering 2.711. Koordinat B dengan nilai FK dalam kondisi jenuh 0.949, setengah jenuh 1.081 dan kering 1.062. Pada koordinat C dengan nilai FK dalam kondisi jenuh 1.064, setengah jenuh 1.158 dan kering 1.164

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Heriyadi, Bambang
UNSPECIFIED
Corrector
Anaperta, Yoszi Mingsi
UNSPECIFIED
Corrector
Kopa, Raimon
UNSPECIFIED
Corrector
Prabowo, heri
UNSPECIFIED
Corrector
Sumarya, Sumarya
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: ANALISIS KESTABILAN LERENG, FAKTOR KEAMANAN. GEOMETRI LERENG
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 22 May 2026 09:44
Last Modified: 22 May 2026 09:44
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43038

Actions (login required)

View Item
View Item