Irwan, Eko (2019) Analisis Kestabilan Lereng di Bukit Tui Section S0° 28’ 50.23” E100° 24’ 16.89”- S0° 28’ 49.19” E100° 24’ 17.07” Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang. Bachelor/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_11_EKO_IRWAN_1302685_1968_2019.pdf
Download (2MB)
Abstract
Bukit Tui adalah bukit kapur yang berjajar di selatan Kota Padang Panjang, letaknya berada antara Kelurahan Rao-Rao hingga Tanah Hitam. Hasil investigasi peneliti pada lereng Bukit Tui di Section S0° 28’ 50.23” E100° 24’ 16.89”- S0° 28’ 49.19” E100° 24’ 17.07" yang berada di Kelurahan Tanah Hitam terdapat lereng batuan dolomit tertutup tanah. Berdasarkan peta zonasi gempa Indonesia, kota Padang Panjang tergolong pada zona getaran gempa yang tinggi, berkisar 0,8-0,9 g. Gempa bumi merupakan salah satu faktor penyebab longsor pada lereng karena gempa bumi menyebabkan getaran yang menimbulkan tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan lereng tidak stabil dan terjadi longsor. Potensi akan terjadinya longsoran pada lereng penelitian dapat menyebabkan tertutupnya ruas jalan akses masyarakat menuju penambangan dolomit sehingga dapat menghambat lalu lintas pengguna jalan dan mengganggu produksi penambangan serta berpotensi kerugian materi dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Keamanan pada lereng penelitian terhadap gempa dan rekomendasi meningkatkan nilai Faktor Keamanannya. Analisis stabilitas lereng terhadap gempa pada lereng penelitian menggunakan Software Slide 6.0 yang dapat menghitung faktor keamanan atau Safety Factor. Hasil analisis menunjukkan nilai faktor keamanan lereng dengan memasukkan nilai faktor getaran gempa pada kondisi kering nilainya 0,722, pada kondisi asli nilainya 0,644 dan pada kondisi jenuh 0,339. Dari hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa pada saat lereng dipengaruhi nilai faktor getaran gempa nilai faktor keamanannya tidak aman karena nilainya <1.25. Dari hasil analisis dengan simulasi nilai getaran gempa menggunakan Software Slide 6.0 diperoleh nilai getaran gempa maksimal yang dapat ditahan lereng berada dalam kondisi aman adalah sebesar 0,2 g atau setara dengan 6,4-6,6 Skala Richter yaitu dengan FK sebesar 1,281. Kemudian, penulis merekomendasikan untuk perbaikan stabilitas lereng dengan mengubah kemiringan lereng dari 53˚ menjadi 25˚ dapat menaikkan nilai FK lereng nilainya yaitu 1.438, dimana menurut Joseph E. Bowles (1984) lereng tersebut sudah pada kondisi aman.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Tugas Akhir) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Anaperta, Yozsi Nngsih UNSPECIFIED Corrector Heriyadi, Bambang UNSPECIFIED Corrector Octova, Adree UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Getaran Gempa, Longsor, Faktor Keamanan, Analisis Kestbilan Lereng, Stabilitas Lereng |
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 21 May 2026 07:08 |
| Last Modified: | 21 May 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43001 |
