Rahmadani, Mesi (2011) Nilai-nilai Edukatif dalam Ungkapan Tradisional Minangkabau Masyarakat Lengayang Analisis Bentuk, Makna dan Fungsi. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_MESI_ RAHMADANI_86624_1367_2012.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat Minangkabau mengenai nilai-nilai pendidikan (moral) yang terkandung dalam ungkapan tradisional serta makna dan fungsinya. Ungkapan tradisional Minangkabau merupakan karya sastra masyarakat Minangkabau yang isinya sarat dengan kaidah-kaidah adat serta banyak mengandung ajaran, nasihat, dan nilai-nilai edukatif. Dalam penelitian ini penulis membahas nilai-nilai edukatif, makna dan fungsinya. Nilai-nilai edukatif di sini khususnya edukatif moral yang terkandung dalam ungkapan tradisional Minangkabau. Berdasarkan fenomena tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam ungkapan tradisional Minangkabau masyarakat Lengayang serta menganalisis makna dan fungsinya. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai edukatif dalam ungkapan tradisional Minangkabau masyarakat Lengayang serta analisis bentuk, makna dan fungsinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan perekaman, penganalisisan data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian sebagai berikut: ungkapan tradisional yang mengandung nilai edukatif moral yang peneliti temukan pada masyarakat Lengayang berjumlah 60 ungkapan, dan ungkapan tersebut adalah dalam bentuk petatah-petitih dan pribahasa. Ungkapan tradisional berbentuk pribahasa sebanyak 3 ungkapan, dan pepatah-petitih sebanyak 57 ungkapan. Dari 60 ungkapan, peneliti temukan 30 ungkapan yang mengandung nilai moral baik dan 30 yang mengandung nilai moral buruk. Nilai edukatif moral dalam ungkapan tradisional yang mengandung moral baik adalah semua ungkapan yang dapat diterima oleh umum atau orang banyak, ungkapan tradisional yang bernilai moral baik bisa dilihat dari dua faktor yaitu malu dan sopan sedangkan yang bernilai moral buruk yang fungsinya melarang adalah nilai moral yang tidak sesuai dengan ajaran islam dan adat. Bentuk dalam ungkapan tradisional ini yaitu berbentuk petatah-petitih dan pribahasa. Makna dalam ungkapan tradisional Minangkabau adalah makna kiasan atau bukan makna sebenarnya tetapi ada maksud tersirat dari ungkapan yang disampaikan tersebut dengan tujuan supaya orang yang diberi ajaran atau nasihat tidak merasa sakit hati dan tersinggung. Fungsi ungkapan tradisional Minangkabau yaitu memberikan sindiran atau menyindir, melarang, menasehati, mengajarkan/ mendidik dan mengingatkan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Asri, Yasnur UNSPECIFIED Thesis advisor Hamidin, Hamidin UNSPECIFIED Corrector Hassanuddin, Hassanuddin UNSPECIFIED Corrector Abdurrahman, Abdurrahman UNSPECIFIED Corrector Zulfadhli, Zulfadhli UNSPECIFIED |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Ridha Prima Adri S.Sos |
| Date Deposited: | 21 May 2026 05:54 |
| Last Modified: | 21 May 2026 07:14 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42969 |
