Antonda, Antonda (2016) Kajian Proses Penanggulangan Air Buangan dari Sump Pit Selatan PT. Madhani Talatah Nusantara Site West Pit Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Bachelor/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_14_Antonda_16546_3073_2016.pdf
Download (1MB)
Abstract
PT. Madhani Talatah Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang jasa pertambangan yang melakukan penambangan batubara
dengan metode open pit mining yang berada di daerah Kecamatan Sungai Pinang
Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai perusahaan
pertambangan batubara, perusahaan ini tentu tidak lepas dari limbah dan salah
satunya adalah limbah air buangan dari sump Pit Selatan. Oleh karena itu harus
dilakukan upaya penangannya agar tidak mencemari lingkungan.
Cara pengelolaan air buangan diantaranya dengan pembuatan kolam
pengendap lumpur (settling pond) sebagai tempat penampungan air buangan.
Selanjutnya dilakukan treatment atau pengolahan dengan penambahan bahan
kimia (kapur tohor) pada air buangan di settling pond dengan dosis yang tepat
(aktive treatment). Selain menggunakan bahan kimia, penanganan juga dilakukan
dengan passive treatment yaitu dengan memenfaatkan tumbuh-tumbuhan.
Tanaman yang digunakan untuk proses passive treatment adalah tanaman typha
tifolia. Tanaman typha tifolia termasuk jenis tanaman mencuat di permukaan air
dan akarnya tenggelam sehingga memiliki kemampuan lebih tinggi dalam
mengakumulasi logam berat seperti mangan (Mn). Penanganan secara aktif
dilakukan dengan pemberian kapur secara berkala. Dari hasil perhitungan dosis
pengapuran di laboratorium, dengan cara mengalikan debit dengan dosis kapur,
maka didapat dosis pengapuran yaitu sekitar 3,4 karung hingga 22,6 karung dalam
waktu satu bulan. Untuk kebutuhan kapur perjamnya adalah kebutuhan kapur (kg)
dibagi dengan jam kerja pompa dalam satu hari adalah sekitar 56,7 kg/jamnya.
Sementara itu, terjadi pendangkalan settling pond yang membuat settling
pond tersebut tidak mampu menampung debit air buangan secara maksimal. Oleh
karena itu harus direncanakan kembali kala ulang pengerukannya. Kala ulang
kompartemen 1 adalah 4,74 hari, kompartement 2 adalah 37,71hari,
kompartement 3 yaitu 140,16 hari, kompartement 4 yaitu 10.895,87 hari,
kompartement 5 yaitu 85.930,01 hari, kompartement 6 yaitu 10.800.807 hari,
kompartement 7 yaitu 2,69 x 108 hari. Seluruh kegiatan penanganan air buangan
tersebut harus dilakukan dengan tepat untuk memastikan air buangan layak
dialirkan ke sungai. Dalam hal ini mencakup dosis pengapuran, kala ulang
pengerukan settling pond, dan mengevaluasi daya tampung settling pond, apakah
dengan debit air yang masuk pada saat ini, settling pond mampu menampung atau
tidak.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Tugas Akhir) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Ansosry, Ansosry UNSPECIFIED Thesis advisor Fadhilah, Fadhilah UNSPECIFIED Corrector Yunasril, Yunasril UNSPECIFIED Corrector Murad, Murad UNSPECIFIED |
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1 |
| Depositing User: | Umma Mardhotillah A.Md. |
| Date Deposited: | 19 May 2026 06:05 |
| Last Modified: | 19 May 2026 06:05 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42763 |
