Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kasus Penyakit Difteri di Provinsi Sumatera Barat Menggunakan Analisis Regresi Spasial

Afrianti, Rika (2021) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kasus Penyakit Difteri di Provinsi Sumatera Barat Menggunakan Analisis Regresi Spasial. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_10_RIKA_AFRIANTI_17037055_1550_2021.pdf] Text
final_B1_10_RIKA_AFRIANTI_17037055_1550_2021.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penyakit difteri di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2016 masuk ke dalam urutan ke-3 kasus terbanyak di Indonesia. Kasus penyakit difteri terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018. Penyakit difteri mudah menular melalui air liur/partikel kecil dari dalam tubuh yang keluar saat bersin atau batuk, yang sangat mudah diterbangkan/disebarkan oleh udara. Sehingga satu wilayah dengan wilayah lainnya yang saling berdekatan memiliki potensi penularan penyakit difteri yang disebarkan melalui udara. Salah satu analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh berdasarkan wilayah adalah analisis regresi spasial. Regresi spasial merupakan salah satu metode statistik yang digunakan untuk memodelkan suatu permasalahan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dengan memperhatikan efek lokasi atau wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek spasial pada kasus penyakit difteri, mengetahui bentuk model regresi spasial yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kasus penyakit difteri, dan mengetahui faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi kasus penyakit difteri di Provinsi Sumatera Barat tahun 2018 menggunakan analisis regresi spasial. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat dan publikasi lembaga pemerintahan resmi yakni Badan Pusat Statistika (BPS) yaitu Sumatera Barat dalam Angka 2019. Penelitian ini yang menjadi variabel bebas (Y) yaitu data jumlah kasus penyakit difteri dan variabel terikatnya (X) terdiri dari data persentase gizi buruk, persentase penduduk miskin, persentase rumah tangga dengan sumber air minum layak, kepadatan pendududuk, persentase sanitasi layak, persentase jumlah puskesmas, dan persentase jumlah penduduk 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini menghasilkan sebuah model Spatial Autoregressive (SAR) beserta beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kasus penyakit difteri, sebagai berikut: �̂� = −5.300 − 0.282�� + 0.199�2� + 0.066�3� − 0.904�6� + 1.135�7� Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kasus penyakit difteri di Provinsi Sumatera Barat adalah persentase penduduk miskin (�2), persentase rumah tangga dengan sumber air minum layak (�3), persentase jumlah puskesmas (�6) dan persentase jumlah penduduk(�7) serta pengaruh dari masing- masing daerah yang mengelilinginya sebesar koefisien ( � = −0.282)

Item Type: Thesis (Diploma/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Permana, Dony
UNSPECIFIED
Corrector
Syafriandi, Syafriandi
UNSPECIFIED
Corrector
Vionanda, Dodi
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Penyakit Difteri, Regresi Spasial, Spatial Autoregressive (SAR).
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Statistika-D3
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 11 May 2026 08:31
Last Modified: 11 May 2026 08:31
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42469

Actions (login required)

View Item
View Item