Murliaty, Murliaty (2012) Campur Kode Tuturan Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
MURLIATY_76894_1613_2013.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian dilatarbelakangi oleh tiga fenomena. Pertama, guru bahasa Indonesia merupakan guru yang menjadi contoh bagi guru bidang studi lainnya dalam proses belajar mengajar. Kedua, dalam proses belajar mengajar guru bahasa Indonesia sering melakukan campur kode, yaitu pencampuran bahasa. Ketiga, campur kode yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar bukan hanya karena tuntutan situasi komunikasi, bahkan kadang-kadang hanya untuk memamerkan kedudukan, keterpelajaran, dan keintelektualan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dalam tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar. Campur kode adalah pencampuran dua bahasa atau lebih, dua dialek atau lebih dalam satu ujaran oleh seorang komunikan/penutur. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan deskripsi data berupa kata-kata lisan dari objek yang diamati. Untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan masalah yang diteliti, digunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan, menyusun, menganalisis dan menginterpretasikan data. Jadi, data yang diperoleh dideskripsikan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi bahasa Indonesia. Selanjutnya, data penelitian adalah tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar yang mengandung campur kode. Tuturan yang mengandung campur kode tersebut dianalisis berdasarkan teori arah campur kode, bentuk satuan bahasa dalam campur kode, dan penyebab terjadinya campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) arah campur kode yang dominan adalah campur kode ke dalam (CKD), sedangkan arah campur kode yang jarang muncul adalah campur kode campuran (CKD/CKL), (b) bentuk satuan bahasa yang dominan mengalami campur kode adalah satuan bahasa berupa kata (K), sedangkan satuan bahasa yang jarang mengalami campur kode adalah satuan bahasa berupa frasa (F), dan (c) penyebab utama terjadinya campur kode adalah identifikasi ragam (IR), sedangkan faktor penyebab yang jarang muncul adalah identifikasi keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan (IKMM). Campur kode yang dominan dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar adalah untuk tujuan memperlihatkan kedudukan atau keintelektualan guru. Oleh karena itu, campur kode yang dilakukan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 20 Padang adalah campur kode yang bersifat negatif (tidak baik). Relevan dengan tujuan penelitian direkomendasikan kepada guru bidang studi bahasa Indonesia untuk mengurangi atau meminimalkan penggunaan campur kode yang bersifat negatif dalam proses belajar mengajar.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Gani, H. Erizal UNSPECIFIED Thesis advisor Tamsin, Andria Catri UNSPECIFIED Corrector Nursaid, Nursaid UNSPECIFIED Corrector Juita, Novita UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Campur Kode Tuturan |
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Mulida Djamarin S.Sos |
| Date Deposited: | 11 May 2026 04:10 |
| Last Modified: | 11 May 2026 04:11 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42408 |
