Febrya., Ingrid Weddy Viva (2014) Masalah-masalah Narapidana Penyalahgunaan Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Anak (Studi Kasus di LAPAS Anak Pekanbaru). Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_INGRID_WENDY_VIVA_FEBRYA_19149_3040_2015.pdf
Download (380kB)
Abstract
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepala seksi pembinaan di LAPAS Anak
Pekanbaru bahwa pembinaan terhadap warga binaan di LAPAS Anak lebih mengedepankan
aspek pengamanan saja, sedangkan pembinaan kepribadian dan karakter masih minim. Oleh
karena itu, untuk memberikan layanan yang tepat perlu diketahui terlebih dahulu jenis-jenis
masalah yang dihadapi oleh warga binaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa
saja masalah-masalah narapidana, latar belakang keluarga narapidana penyalahgunaan
narkoba, faktor-faktor penyebab narapidana penyalahgunaan narkoba serta implementasi BK
pada narapidana penyalahgunaan narkoba di LAPAS Anak Pekanbaru.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survei dalam
bentuk studi kasus. Cara dalam menentukan subjek penelitian ini dengan purposive yaitu
berdasarkan ciri-ciri tertentu. Informan dalam penelitian ini adalah; narapidana kasus narkoba,
orang tua/keluarga narapidana kasus narkoba, petugas pembinaan LAPAS Anak serta teman
teman dekat informan selama menjalani hukuman. Penelitian ini termasuk dalam penelitian
kualitatif.Teknik pengumpulan data melalui: observasi langsung, wawancara lengkap serta
analisis dokumen yang bersumber dari arsip dan dokumen yang ada hubungannya dengan
penelitian ini. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.,
Hasil penelitian adalah sebagai berikut; faktor penyebab penyalahgunaan narkoba
pada remaja adalah keadaan dan suasana keluarga yang disharmonis dan kekuatan ego yang
lemah pada remaja sehingga mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik. Pola-pola
pembinaan narapidana yang diterapkan di LAPAS Anak Pekanbaru masih disamakan dengan
pola pembinaan narapidana dewasa. Hal ini menyebabkan terhambatnya proses re-integrasi
kembali ke masyarakat setelah warga binaan tersebut bebas nantinya. Oleh karena itu,
disinilah letak peran pentingnya implementasi BK yang bertujuan menyiapkan konsep diri
positif, terutama mempersiapkan warga binaan untuk mereka kembali berbaur di tengah
masyarakat setelah selesai menjalani hukuman.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Daharnis, Daharnis UNSPECIFIED Thesis advisor Syahniar, Syahniar UNSPECIFIED Corrector Saam, Zulfan UNSPECIFIED Corrector Mudjiran, Mudjiran UNSPECIFIED Corrector Bentri, Alwen UNSPECIFIED |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Bimbingan dan Konseleling-S2 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 07:41 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 07:41 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40888 |
