Analisis Efek Rembesan Air Sungai Lawai terhadap Kestabilan Rencana Lereng dengan Metode Morgenstern- Price pada Low Wall Tambang Air Laya Blok Barat PT. Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan

Utami, Triliani (2019) Analisis Efek Rembesan Air Sungai Lawai terhadap Kestabilan Rencana Lereng dengan Metode Morgenstern- Price pada Low Wall Tambang Air Laya Blok Barat PT. Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_1_TRILIANI_UTAMI_1306431_2537_2019.pdf] Text
final_B1_1_TRILIANI_UTAMI_1306431_2537_2019.pdf

Download (6MB)

Abstract

PT. Bukit Asam Tbk. menggunakan sistem penambangan terbuka dengan
metode open pit. Kegiatan penambangan pada suatu lereng akan menyebabkan
terjadinya berubahan gaya-gaya yang dapat menimbulkan kelongsoran.
Timbulnya longsoran dikarenakan gaya penggerak lebih besar dari gaya penahan.
Lereng adalah salah satu faktor terpenting dalam kegiatan penambangan sehingga
diperlukannya analisis mengenai kestabilan lereng. Kestabilan lereng juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu salah satunya hidrogeologi.
Rembesan berpeluang terjadi pada daerah penelitian di low wall pit
Tambang Air Laya (TAL), karena terdapat sungai lawai di puncak lereng pada
elevasi +47 meter yang dapat berefek terhadap kestabilan lereng pit tersebut.
Sehingga diperlukannya analisis efek rembesan air sungai lawai terhadap
kestabilan rencana lereng. Analisis dilakukan menggunakan metode Morgenstern
Price dengan bantuan software geoteknik. Data input yang diperlukan berupa data
jenis material penyusun lereng, permeabilitas batuan/tanah penyusun, kadar air
volumetrik dan data hasil uji sifat fisik dan mekanik material. Analisis rembesan
dan kestabilan lereng disimulasikan pada 3 (tiga) kondisi sungai yaitu sungai
kering, sungai terisi partial dan sungai terisi penuh. Hasil dari analisis rembesan
berupa nilai debit rembesan dan hasil dari analisis kestabilan lereng berupa faktor
keamanan lereng.
Debit rembesan saat kondisi sungai kering adalah 8.131x10-6 m3/s dengan
FK 1.259, saat kondisi partial adalah 2.492x10-4 m3/s dengan FK 1.171 dan saat
kondisi sungai penuh adalah 4.792x10-4 m3/s dengan FK 1.110 sehingga dapat
disimpulkan rembesan air sungai berefek terhadap kestabilan lereng, semakin
besar nilai debit rembesan semakin kecil nilai FK dan sebaliknya semakin kecil
nilai debit rembesan semakin besar nilai FK. Selain itu permeabilitas material
penyusun juga berpengeruh terhadap rembesan. Geometri rancangan lereng yang
direncanakan setelah mendapat efek dari rembesan masih belum aman sehingga
diperlukan rekomendasi geometri lereng dengan melandaikan sudut lereng,
penambahan jenjang, pengurangan beban puncak sekitar 556.43 m2/m dan
menjaga ketinggian air sungai lawai pada elevasi maksimal +53 meter atau
dengan kedalaman maksimal 6 (enam) meter.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Kopa, Raimon
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Heriyadi, Bambang
UNSPECIFIED
Corrector
Andas, Jukepsa
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kestabilan Lereng, Faktor Keamanan, Debit Rembesan
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 09 Apr 2026 07:56
Last Modified: 09 Apr 2026 07:56
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40634

Actions (login required)

View Item
View Item