Gusriani, Nuri (2012) Kesantunan Berbahasa Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Belajar Mengajar di SMA Negeri 2 Lintau Buo. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_NURI_GUSRIANI_01518_5137_2012.pdf
Download (501kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis tindak tutur guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Lintau Buo dalam proses belajar mengajar, (2) mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Lintau Buo pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Data penelitian ini adalah tuturan yang digunakan guru Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Lintau Buo. Sumber data penelitian ini adalah tiga orang guru Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah simak bebas libat cakap dan teknik catat. Dalam hal ini, peneliti hadir sebagai pengamat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data, yaitu (1) mentranskripsikan data hasil rekaman ke dalam bentuk bahasa tulis, (2) mengklasifikasikan jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Lintau Buo dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan format, (3) mengklasifikasikan prinsip kesantunan yang digunakan guru tersebut dalam proses belajar mengajar dan memasukkannya ke dalam format, (4) menabulasi jenis tindak tutur dan prinsip kesantunan ke dalam format, (5) data yang telah diklasifikasikan dianalisis berdasarkan teori jenis tindak tutur Searle dan teori prinsip kesantunan Leech yang terdapat pada Bab II, (6) setelah data dianalisis, diadakan penyimpulan dan disusun laporan. Berdasarkan analisis data, ditemukan dua hal berikut. Pertama, ada lima jenis tindak tutur yang digunakan oleh, yaitu (1) direktif, (2) representatif, (3) deklarasi, (4) komisif, (5) ekspresif. Tindak tutur yang paling banyak digunakan adalah tindak tutur direktif. Kedua, jenis maksim kesantunan yang digunakan ada empat, yaitu (1) kearifan, (2) kedermawanan, (3) pujian, dan (4) pemufakatan. Maksim yang paling menonjol adalah maksim kearifan. Guru Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Lintau Buo lebih banyak melakukan tindak tutur santun, yaitu sebanyak 147 tuturan (67,13%), sedangkan tindak tutur yang kurang santun sebanyak 72 tuturan (32,88%), dan tindak tutur yang tidak santun sebanyak 26 tuturan (11,87%). Dengan demikian dapat disimpulkan, guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Lintau Buo dalam proses belajar mengajar bertindak tutur santun.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Atmazaki, Atmazaki UNSPECIFIED Thesis advisor Ratna, Ellya UNSPECIFIED Corrector Basri, Irfani UNSPECIFIED Corrector Manaf, Ngusman Abdul UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | KESANTUNAN BERBAHASA |
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Arlianis Arlianis S.IP |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 05:19 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 05:20 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40605 |
