Rahmi, Mutia (2014) Faktor-faktor yang Mencirikan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Sumatera Barat Menggunakan Analisis Biplo. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_MUTIA_RAHMI_12570_4137_2014.pdf
Download (992kB)
Abstract
Pembangunan nasional pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan dalam arti yang seluas-luasnya. Masalah kesejahteraan yang terjadi
di Sumatera Barat merupakan akibat dari belum meratanya hasil pembangunan
yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan informasi tentang
kesejahteraan masyarakat dan faktor yang mencirikan tingkat kesejahteraan
masyarakatnya sehingga dapat diketahui dengan baik tindakan, sarana dan
prasarana apa yang akan ditingkatkan pada daerah tersebut. Salah satu metode
analisis statistik yang dapat digunakan adalah analisis biplot. Data yang
digunakan adalah data BPS tahun 2012.
Analisis biplot memberikan gambaran tentang keragaman variabel yang
cukup besar pada 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, artinya
kesejahteraan yang dirasakan masyarakat masih belum merata. Keragaman pada
variabel rata-rata lama sekolah, keluhan kesehatan dan rata-rata jumlah anak lebih
besar dibandingkan variabel lainnya, artinya nilai pada variabel-variabel tersebut
cukup jauh berbeda di setiap kabupaten/kota. Korelasi positif ditunjukkan oleh
variabel pendidikan dengan pengeluaran perkapita, ini berarti tingginya tingkat
pendidikan masyarakat di suatu kabupaten/kota diiringi dengan tingginya
pengeluaran perkapita masyarakat pada kabupaten/kota tersebut. Sebaliknya,
variabel pendidikan berkorelasi negatif dengan rata-rata jumlah anak, dimana
tingginya tingkat pendidikan masyarakat di suatu kabupaten/kota tidak diiringi
dengan tingginya rata-rata jumlah anak pada kabupaten/kota tersebut.
Selain itu, analisis biplot juga memberikan gambaran tentang faktor-faktor
yang mencirikan tingkat kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat berdasarkan
indikator kesejahteraan masyarakatnya. Pada Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman,
Kab. Solok Selatan dan Kab. Pasaman Barat dicirikan oleh tingkat kesehatan
masyarakat yang rendah. Pada Kepulauan Mentawai, Kab. Padang Pariaman dan
Kab. Lima Puluh Kota dicirikan oleh rata-rata jumlah anak yang tinggi dan
sebagian besar masyarakatnya sudah memiliki bangunan tempat tinggal milik
sendiri. Pada Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman dicirikan
oleh pengeluaran penduduk yang tinggi dan fasilitas perumahan masyarakat yang
jauh lebih baik dibanding daerah lainnya. Pada Kota Padang, Kota Solok dan Kota
Payakumbuh dicirikan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi.
Sedangkan kabupaten/kota lainnya tidak memiliki posisi relatif yang dekat dengan
semua vektor variabel sehingga tidak memiliki karakteristik yang menonjol.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Syafriandi, Syafriandi UNSPECIFIED Thesis advisor Kurniawati, Yenni UNSPECIFIED Corrector Yerizon, Yerizon UNSPECIFIED |
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 07:17 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 07:17 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40475 |
