Pemerolehan Semantik Bahasa Minangkabau oleh Anak pada Tahap Medan Semantik: Tinjauan terhadap Anak Usia 2;6- 4;1

Ali, Fadhlia (2012) Pemerolehan Semantik Bahasa Minangkabau oleh Anak pada Tahap Medan Semantik: Tinjauan terhadap Anak Usia 2;6- 4;1. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_1_ FADHLIA_ ALI_ 83497_1613_2012.pdf] Text
final_B1_1_ FADHLIA_ ALI_ 83497_1613_2012.pdf

Download (738kB)

Abstract

Penulisan skripsi ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) kelas kata nomina, verba, dan adjektiva bahasa Minangkabau yang diperoleh oleh anak pada tahap medan semantik, dan (2) pemaknaan nomina, verba, dan adjektiva bahasa Minangkabau oleh anak pada tahap medan semantik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara, dan rekaman. Penganalisisan data dilakukan dengan (1) mentranskripkan data hasil rekaman atau lisan ke dalam bahasa tulis, (2) mengidentifikasi ujaran anak yang berupa kelas kata nomina, verba, dan adjektiva, (3) mengklasifikasikan kelas kata nomina, verba, dan adjektiva, (4) menganalisis pemaknaan kata yang diperoleh, dan (5) membuat kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan hal-hal berikut. Pertama, anak pada usia (2;6-4;1) dalam pemerolehan bahasanya dipengaruhi oleh lingkungan. Anak menguasai bahasa dari apa yang didengar dan dilihatnya. Anak pada usia ini berada pada tahap medan semantik, yaitu anak sudah mulai mengelompokkan kata-kata yang sama sesuai dengan referensinya. Kedua, anak pada tahap medan semantik ini sudah mampu mengujarkan kata sekitar 200-400 kata. Kelas kata yang sering muncul saat anak berujar adalah nomina. Hal ini terlihat dari jumlah kelas kata nomina yang lebih produktif diucapkan oleh anak dibandingkan kelas kata verba dan adjektiva. Ketiga, sebagaimana diketahui bahwa anak pada usia (2;6-4;1) berada pada tahap medan semantik. Namun, berdasarkan penelitian ditemukan bahwa anak yang berusia (3;8) telah berada pada tahap generalisasi. Artinya, anak sudah mampu mengelompokkan kata yang bermakna khusus ke dalam kata yang bermakna umum. Misalnya, anak mulai mengenal tentang pengelompokan buah-buahan, yaitu cibadak “nangka”, manggih “manggis”, karambia “kelapa”, bingkuang “bengkuang”, dan jaguang “jagung”. Keempat, berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan kelas kata nomina sebanyak 141 kata dengan persentase 52,2%. Kelas kata verba ditemukan sebanyak 82 kata dengan persentase 30,4%. Kelas kata adjektiva ditemukan sebanyak 47 kata dengan persentase 17,4%.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Ngusman, Ngusman
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Amir, Amril
UNSPECIFIED
Corrector
Abdurrahman, Abdurrahman
UNSPECIFIED
Corrector
Emidar, Emidar
UNSPECIFIED
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 06 Apr 2026 05:37
Last Modified: 06 Apr 2026 05:39
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40248

Actions (login required)

View Item
View Item