Kajian Pemanfaatan Lahan untuk Permukiman Berdasarkan Tingkat Bahaya Longsor dan Penanggulangannya di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Juita, Erna (2012) Kajian Pemanfaatan Lahan untuk Permukiman Berdasarkan Tingkat Bahaya Longsor dan Penanggulangannya di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of ERNA_JUITA_91349_2230_2013.pdf] Text
ERNA_JUITA_91349_2230_2013.pdf

Download (87kB)

Abstract

Penelitian tingkat bahaya dan penanggulangan longsor ini bertujuan untuk mengetahui zona-zona kawasan tingkat bahaya longsor dan sebaran spasialnya di daerah penelitian, kondisi karakteristik satuan lahan kawasan rawan longsor, Klasifikasi longsor dan sebaran spasialnya, serta tindakan penanggulangan longsor yang dapat dilakukan di daerah penelitian. Penelitian ini tergolong deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode purposive samping Satuan pemetaan yang digunakan adalah satuan lahan yang diperoleh dari sistem overlay dari peta bentuklahan, lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan geologi. Hasil penelitian menunjukkan satuan lahan yang dijadikan titik sampel hanya dipilih 10 (sepuluh) dari 60 (enam puluh) satuan lahan pada bentuklahan vulkanik yang terdapat permukiman penduduk. Jumlah satuan lahan keseluruhan adalah 60 (enam puluh) satuan lahan. Kondisi karakteristik lahan pada daerah penelitian terdiri dari kemiringan lereng (15 - 45%), panjang lereng (>75 meter), bentuk lereng (lurus dan variasi cembung cekung), ketinggian relief (220 - 1000 meter), tekstur (liat, debu, lempung, lempung berdebu, lempung liat berdebu, lempung berliat), tingkat pelapukan (rendah–kuat), kedalaman pelapukan (<50 - 175cm), keterdapatan mata air (jalur rembesan dan tidak ada mata air), kedalaman muka air tanah > 500 cm, penggunaan lahan (permukiman, hutan, semak belukar, sawah, dan tegalan), curah hujan (> 90 mm/bln). Analisis tingkat bahaya longsor menunjukkan tingkat bahaya tinggi terdapat pada 3 (tiga) satuan lahan yaitu: V3. IV Prm Andsl Andst, V4 V Ht Andsl Andst, V5 VI Sw Andsl Gr dan tingkat bahaya sedang pada 7 (tujuh) satuan lahan yaitu: V2 II Prm Andsl Tuff, V2 III Keb Andsl Tuff, V2 III Keb Andsl Tuff, V2 III Prm Andsl Andst, V3 IV Ht Andsl Andst, V3 IV Lad/Teg Andsl Andst, V5 VI Sw Andsl Andst. Klasifikasi longsor pada daerah penelitian adalah tipe gerakan gelinciran rotasi pada daerah penelitian dengan jenis material bahan rombakan hingga tanah. Tindakan penanggulangan longsor yang dapat dilakukan di daerah penelitian adalah mengendalikan air rembesan pada setiap jalur rembesan, mengubah geometri lereng pada lereng berkemiringan >40% dan pembuatan bangunan penambat longsor seperti bronjong, tembok penahan dan penopang isian batu pada lereng satuan lahan yang mempunyai tingkat bahaya tinggi serta juga dapat juga dilakukan dengan mengetahui zona-zona kawasan longsor, sehingga dapat dilakukan system peringatan dini pada masyarakat jika terjadi bencana.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Syah, Nurhasan
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Razak, Abdul
UNSPECIFIED
Corrector
Barlian, Eri
UNSPECIFIED
Corrector
Carlo, Nasfryzal
UNSPECIFIED
Corrector
Mukhaiyar, Mukhaiyar
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan Lahan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Depositing User: Mulida Djamarin S.Sos
Date Deposited: 20 Jan 2026 01:09
Last Modified: 02 Sep 2026 08:00
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35611

Actions (login required)

View Item
View Item