%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Aulia, Nurul %A FBS UNP, %B Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNP %D 2026 %F repounp:49113 %I Universitas Negeri Padang %T Tindak Tutur Ekspresif dan Strategi Bertutur Guru dalam Pembelajaran Mengulas Karya Fiksi Kelas VIII SMP Negeri 1 Pasaman %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/49113/ %X Tujuan dari penelitian ini ada dua. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran mengulas karya fiksi di kelas VIII SMP Negeri 1 Pasaman. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran mengulas karya fiksi di kelas VIII SMP Negeri 1 Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, dan catat. Teknik pengabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian ini ada dua. Pertama, lima bentuk tindak tutur ekspresif guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran mengulas karya fiksi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pasaman, (1) tindak tutur ekspresif memuji sebanyak 24 tuturan, (2) tindak tutur ekspresif menyalahkan sebanyak 15 tuturan, (3) tindak tutur ekspresif meminta maaf sebanyak 1 tuturan, (4) tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih sebanyak 5 tuturan, dan (5) tindak tutur ekspresif mengkritik sebanyak 15 tuturan. Kedua, empat strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran mengulas karya fiksi kelas VIII SMP Negeri 1 Pasaman, (1) bertutur terus terang tanpa basa-basi sebanyak 25 tuturan, (2) bertutur dengan kesantunan positif sebanyak 22 tuturan, (3) bertutur dengan kesantunan negatif sebanyak 12 tuturan, dan (4) bertutur samar-samar sebanyak 1 tuturan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, informasi dan wawasan tentang bagaimana penggunaan tindak tutur ekspresif guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif yang dominan digunakan guru adalah tindak tutur memuji. Sedangkan tindak tutur ekspresif yang jarang digunakan guru adalah tindak tutur meminta maaf. Strategi yang banyak digunakan guru dalam pembelajaran adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi. Penggunaan tindak tutur ekspresif dalam proses pembelajaran harus sesuai dengan strategi bertutur yang digunakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik