<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Potret Masalah Sosial dalam Novel Manusia- Manusia Teluk Karya Artie Ahmad</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yunifa Nullani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Azmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk masalah sosial dalam novel Manusia-Manusia Teluk Karya Artie Ahmad, (2) bentuk penyampaian pesan terkait masalah sosial dalam novel Manusia-Manusia Teluk Karya Artie Ahmad. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, frasa, klausa ataupun kalimat yang diambil dari dialog serta kutipan narasi yang terdapat dalam novel Manusia- Manusia Teluk Karya Artie Ahmad. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu dengan tabel-tabel yang berisi indikator penelitian. Peneliti sebagai instrumen berperan dalam menganalisis data yang diperoleh dan dilakukan penafsiran terhadap data tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu membaca dan memahami novel, menandai tuturan tokoh atau narasi dalam novel sesuai dengan permasalahan penelitian, menginventarisasi tuturan tokoh atau narasi dalam novel menggunakan format. Teknik pengabsahan data yaitu teknik triangulasi. teknik penganalisisan data yaitu mengklasifikasikan data dari hasil inventarisasi data yang dikelompokkan dalam format, menganalisis dan menginterpretasikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa bentuk-bentuk masalah sosial dalam novel Manusia-Manusia Teluk karya Artie Ahmad mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran norma sosial, kependudukan, dan lingkungan hidup. Dari keseluruhan temuan tersebut, masalah peperangan, kejahatan, dan pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat merupakan bentuk yang paling menonjol dalam menggambarkan dinamika masalah sosial dalam cerita. Sementara itu, bentuk masalah sosial yang berkaitan dengan birokrasi tidak ditemukan dalam novel. Adapun penyampaian pesan sosial lebih banyak disampaikan secara langsung melalui narasi dan dialog tokoh, meskipun juga terdapat beberapa pesan yang diungkapkan secara tidak langsung melalui simbol, peristiwa, dan tindakan tokoh.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">PN Literature (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>