<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Hubungan antara Empati dengan Perilaku&#13;
Prososial Siswa SMA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nabilla Khairun</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nisa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena menurunnya kepedulian sosial di kalangan remaja menunjukkan bahwa perilaku prososial belum berkembang secara optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya empati. Empati sebagai kemampuan memahami dan merasakan kondisi emosional orang lain memiliki peran penting dalam mendorong munculnya perilaku prososial. Penelitian bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat empati siswa SMA, (2) mendeskripsikan tingkat perilaku prososial siswa SMA, dan (3) menguji hubungan antara empati dengan perilaku prososial pada siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Responden penelitian yaitu siswa SMA Negeri 4 Pariaman kelas X, XI dan XII sebanyak 254 siswa, yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Empati Siswa, sementara itu data Perilaku Prososial diukur menggunakan skala yang diadopsi dari Hariko (2020). Pengolahan data deskriptif menggunakan analisis persentase, mempertimbangkan kecenderungan pemusatan data, dan nilai penyebaran data. Analisis diferensial menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan software SPSS versi 27.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) empati siswa berada pada kategori tinggi (65,75%), (2) perilaku prososial siswa berada pada kategori sedang (63,39%), dan (3) terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara empati dan perilaku prososial (r= 0,643; p&lt;0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan kemampuan empati cenderung diikuti peningkatan kemampuan perilaku prososial. Hasil temuan hendaknya menjadi dasar bagi konselor sekolah dalam merancang program dan intervensi untuk meningkatkan empati guna mengembangkan perilaku prososial siswa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">BF Psychology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Bimbingan dan Konseling FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>