<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Hubungan Regulasi Emosi dengan Perilaku&#13;
Prososial pada Mahasiswa Baru FIP UNP</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mestika Indra Sari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tanjung</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitannya mahasiswa baru yang harus menyesuaikan diri dengan kehidupan di dalam perguruan tinggi, baik yang menyangkut soal akademik maupun non akademik setelah lulus dari SLTA. Salah satu kesulitan mahasiswa dalam beradaptasi yaitu rendahnya kemampuan saling mendukung, tolong-menolong, dan bekerja sama. Hal itu disebut dengan perilaku prososial, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa baru FIP UNP, yang berjumlah sebanyak 1632 orang, dengan menggunakan teknik stratified random sampling didapatkan sampel sebanyak 322 orang mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuisioner regulasi emosi dan kuisioner perilaku prososial dengan menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan uji korelasional pearson product moment untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan perilaku prososial mahasiswa dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) regulasi emosi yang dimiliki oleh mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan (xˉ=138,25;74,73), (2) perilaku prososial yang dimiliki mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan (xˉ=211,46;79,80) (3) terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara regulasi emosi dan perilaku prososial pada mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,366 dan signifikansi 0,000. Selanjutnya terdapat hubungan antara kedua variabel bersifat searah, artinya semakin tinggi kemampuan regulasi emosi individu, maka semakin tinggi pula perilaku prososial yang dimilikinya. Implikasi bagi Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh guru BK dengan memberikan layanan informasi, layanan konseling kelompok dan layanan bimbingan kelompok</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">BF Psychology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Bimbingan dan Konseling FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>