%D 2026 %T Kontrol Sosial Masyarakat melalui Lembaga Sosial pada Aktivitas Judi Parlay di Kalangan Pemuda Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar, Riau %L repounp48947 %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya aktivitas judi bola Parlay di kalangan pemuda yang berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan sosial serta menunjukkan adanya indikasi melemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap aktivitas judi Parlay di kalangan pemuda serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kontrol sosial tersebut belum berjalan secara efektif. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari aparat desa, tokoh agama, tokoh adat, orang tua, dan pemuda pelaku judi Parlay yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis penelitian mengacu pada Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi yang meliputi attachment, commitment, involvement, dan belief. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol sosial dilakukan oleh orang tua melalui nasihat, teguran, pembatasan jam malam, dan pemberian sanksi; oleh tokoh agama dan tokoh adat melalui ceramah, dakwah digital, kegiatan keagamaan, dan teguran adat; serta oleh pemerintah desa melalui sosialisasi, patroli, pembubaran kerumunan, dan penyelenggaraan kegiatan olahraga. Meskipun dilakukan secara berlapis, berbagai bentuk kontrol tersebut belum mampu menghentikan aktivitas judi Parlay karena pemuda cenderung melakukan perlawanan secara terselubung melalui pemanfaatan teknologi digital, pengaruh kelompok teman sebaya, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya gejala melemahnya ikatan sosial pemuda terhadap keluarga, tokoh masyarakat, dan norma sosial yang ditandai dengan menurunnya rasa segan terhadap otoritas tradisional desa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi antara keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas kontrol sosial terhadap perilaku perjudian di kalangan pemuda. %I Universitas Negeri Padang %A Muhammad Akbar